TECHNOPRENEURSHIP : ARTIKEL CARA MENDIRIKAN USAHA

July 19, 2019

CARA MENDIRIKAN USAHA


POWER POINT >> KLIK

2.1 Memulai Usaha

          Dari pengamatan di lapangan, terdapat beragam cara dan sebab untuk memulai usaha. Ada lima sebab atau cara seseorang untuk memulai merintis usahanya, yaitu:
a.       Faktor keluarga pengusaha
b.      Sengaja terjun menjadi pengusaha
c.       Kerja sampingan (iseng)
d.      Coba-coba
e.       Terpaksa
          Banyak cara yang dapat dilakukan seseorang untuk memulai usaha, baik secara berkelompok maupun perorangan. Cara memulai usaha yang lazim dilakukan adalah sebagai berikut.
1. Mendirikan usaha baru
          Untuk mendirikan usaha baru maka yang perlu kita lakukan adalah mengurus segala sesuatu yang berhubungan dengan badan usaha, mulai dari akta notaris sampai ke pengadilan negeri (Departemen Kehakiman), kemudian mengurus ijin-ijin yang dibutuhkan. Di samping itu, tugas lain adalah mencari lokasi yang tepat dan menyediakan peralatan atau mesin yang sesuai dengan usaha serta merekrut calon pegawai.
2. Membeli perusahaan
          Membeli perusahaan yang sudah berjalan adalah salah satu cara untuk memulai suatu usaha. Pembelian usaha dapat dilakukan terhadap perusahaan yang tidak aktif namun memiliki ijin-ijin badan usaha yang masih berlaku. Pembelian dapat berupa pembelian saham-saham berikut aset perusahaan.
3. Kerjasama manajemen dengan sistem waralaba (franchising)
          Usaha model ini adalah dengan memakai nama dan manajemen perusahaan lain. Perusahaan pemilik nama disebut perusahaan induk (franchisor) dan perusahaan yang menggunakan disebut franchise. Dukungan manajemen yang diberikan oleh franchisor dapat berupa :
a. Pemilihan lokasi usaha
b. Bentuk bangunan
c. Layout gedung dan ruangan
d. Peralatan yang diperlukan
e. Iklan
f. Penentuan atau penyediaan bahan baku atau produk
g. Perekrutan karyawan
          Cara seperti ini sudah dilakukan oleh McDonald, Indomart (Indomarco), Salon Kecantikan Martatilaar, Salon Hadisuwarno, Rumah Makan KFC, rumah makan Bebek Bengil, Rumah Makan Bebek Tepi Sawah, Kebab Turki, Lembaga Pelatihan Primagama, Bimbingan belajar Ganesha Operation, Kumon dan lain-lain.
4. Mengembangkan usaha yang sudah ada
          Pengusaha mengembangkan usaha yang sudah ada sebelumnya, baik pembuatan kantor cabang maupun penambahan kapasitas. Biasanya model seperti ini dilakukan oleh perusahaan keluarga. Beberapa contoh dapat disebutkan, seperti Perusahaan Rokok Gudang Garam dan Jarum. Dalam skala lokal ada Perusahaan Gong Sidakarya di Desa Blahbatuh Gianyar, yang justru besar setelah dikelola oleh anak-anaknya.

2.2 Bidang Usaha

          Penentuan bidang usaha sangat menentukan keberhasilan suatu usaha bisnis. Umumnya bidang usaha yang berhasil adalah yang sesuai dengan minat dan kebiasaaan dari pengusaha. Menjadikan hobi sebagai bidang usaha sering menghasilkan kesuksesan yang besar. Di samping faktor minat dan bakat, faktor penting lainnya adalah modal yang dimiliki. Setiap bidang usaha memerlukan modal yang besarnya tergantung skala usahanya. Modal dapat diusahakan dari berbagai sumber, seperti dari kantong pribadi, teman-teman, sanak famili atau pinjaman. Namun untuk usaha baru modal pinjaman relatif lebih sulit diperoleh karena jarang ada lembaga keuangan yang mau membiayai usaha yang masih baru. Modal pinjaman juga memerlukan puluhan syarat yang mustahil dapat dipenuhi oleh sebuah perusahaan baru.
          Faktor lainnya adalah jangka waktu memperoleh penghasilan atau keuntungan. Ada usaha yang jangka waktu perolehan keuntungannya relatif pendek, sedang dan panjang. Usaha jangka pendek maksudnya adalah jangka waktu yang diperlukan di bawah satu tahun, misalnya produk pertanian sayur mayur, usaha ternak dan ikan. Usaha jangka menengah ada di bidang pertanian seperti jeruk dan cokelat. Sementara itu usaha jangka panjang di atas 3 tahun, seperti perkebunan kelapa sawit dan karet.
          Faktor besarnya laba yang akan diperoleh dapat dijadikan sebagai acuan. Ada usaha yang dalam waktu singkat, antara satu sampai tiga bulan sudah menghasilkan keuntungan, namun ada pula usaha yang memerlukan waktu lama. Artinya harus mengembalikan modal dulu baru dapat memetik hasilnya. Pengalaman dalam bidang tertentu, seperti pernah melakukan job training atau praktek kerja sangat berguna bagi pengusaha dalam rangka memilih usaha yang akan dicoba. Di samping itu, tentu saja pengalaman teman atau kakak dapat dijadikan pelajaran dalam memulai suatu usaha bisnis.
Bagi seorang pemula, beberapa contoh di bawah ini dapat dijadikan acuan di dalam memilih salah satu usaha bisnis. Jangan lupa, bidang usaha harus selaras dengan bakat dan minat kita dan sebaiknya dimulai dari usaha skala kecil.
1. Sektor Keterampilan
Sebagai seorang alumni Politeknik, bidang keterampilan adalah yang paling mungkin dan menjanjikan. Usaha di sektor keterampilan dapat berupa jasa kursus dan jasa perbaikan (service), seperti service kendaraan, elektronik dan pertukangan (komputer, televisi, radio, kulkas, ac, pintu kayu, pintu krapyak dan bengkel kayu mini). Calon pengusaha di sektor keterampilan, khususnya di jasa kursus dan reparasi harus membekali diri dengan tambahan keterampilan lewat kursus, baik yang diselenggaralan oleh pemerintah (dinas Tenaga Kerja – BLK), maupun masyarakat. Khusus bagi calon penyelenggara kursus-kursus, harus membekali diri dengan sebuah sertifikat nasional bidang yang akan ditangani.
2. Jasa Konsultan
Usaha bisnis konsultan adalah usaha yang bergengsi dan menuntut peningkatan kompetensi yang terus menerus bagi para penyelenggaranya. Bidang usaha ini dapat berupa konsultan manajemen, teknik maupun konsultan lainnya.
3. Sektor perdagangan
Sektor perdagangan merupakan bidang yang paling banyak diminati oleh masyarakat. Tidak memerlukan banyak syarat, namun agar berhasil harus tetap mengikuti kaidah-kaidah berusaha yang baik dan terus meningkatkan kemampuan diri. Bidang ini banyak jenisnya, seperti kios bakso, kios buku silat, mie ayam, es teler, martabak, nasi goreng, lalapan sea food, restaurant, toko sembako, rumah makan, cafe internet, jasa pembayaran telepon, listrik dan air serta aksesoris komputer.
4. Sektor usaha lainnya
Ada banyak sektor usaha yang menarik untuk dijajal, seperti pariwisata (rumah kos, hotel, motel, karaoke, penginapan, bar, diskotik atau bilyard), kesehatan (klinik perawatan, apotik, rumah sakit, praktik dokter bersama), seni (seni lukis, musik, tari, kerawitan atau penulis cerita), percetakan (photo copy,sablon, cetak buku, majalah, koran atau percetakan lainnya), pendidikan (PAUD, TK, SD, SMP, SMK/SMU atau Perguruan Tinggi (Politeknik, Akademi, Sekolah Tinggi atau Universitas), agribisnis (usaha pertanian sayur mayur, jeruk, pisang, nanas, cokelat, cengkeh, lada dan kelapa sawit), Perikanan (tambak ikan mini pakai terpal, udang, lele, ikan emas, gurami, bididaya rumput laut, mutiara, ikan bawal, patin, mujair, ikan hias dan kolam pancing), kelautan (kerjasama dengan nelayan dengan memberi kapal), tambang (pasir, kaolin, timah, emas atau batubara), industri (tempe, krupuk, roti, batu bata, genteng atau garmen). Melihat kreativitas mahasiswa yang berhasil memenangkan hibah PKM diberbagai tempat, khususnya di lembaga pendidikan vokasi terjadi keragaman yang sangat inovatif. Produk makanan yang berhasil di-create antara lain : Fitza, gado-gado, puding,kentang goreng, chicken aget, roti bakar dan masih banyak lagi. Semuanya telah memenuhi syarat untuk dimakan, namun masih kalah jauh dengan yang dijual di pasar. Kelemahan itu dapat dilihat pada gado-gado, misalnya. Content sudah baik, namun bumbu masih terlalu encer dan kurang manis. Kentang goreng atau chicken aget juga masih terlalu keras, bahkan belum layak konsumsi. Namun sebagai pemula, mereka sudah berani dan waktulah yang akan menyempurnakan produk mereka. Syaratnya mereka mau menerima feed-back dari pembeli atau pengamat. Di samping aspek rasa dan cara penyajian, hospitality juga seharusnya menjadi fokus pembinaan pada pemenang PKM. Sebagai gambaran, dari sekitar 70 stand yang menjajakan dagangannya. Setelah mondar- mandir selama 1 jam lebih, hanya 3 stand yang menyapa penulis atau menawarkan barang dagangannya. Suatu yang masih jauh dari harapan.



2.5 Proses Pendirian Usaha

            Pendirian Badan Usaha memiliki proses yang berbeda-beda, demikian juga persyaratan yang harus dipenuhi oleh setiap badan usaha berbeda. Waktu yang dibutuhkan untuk masing-masing badan usaha pun berbeda-beda.
Untuk mendirikan badan usaha berbentuk persekutuan komanditer (CV), perseroan terbatas (PT), dan Yayasan memiliki persyaratan sebagai berikut.
1. Mengadakan rapat umum pemegang saham
       Calon pemegang saham bersepakat untuk membicarakan pembentukan usaha dengan segala hak dan kewajibannya dalam rapat umum pemegang saham.
2. Dibuatkan akta notaris
       Kesepakatan untuk mendirikan badan usaha kemudian dituangkan dalam akta notaris. Di dalam akta pendirian tersebut dicantumkan nama-nama pendiri, komisaris, direksi, bidang usaha dan tujuan perusahaan.
3. Didaftarkan di pengadilan negeri
       Notaris kemudian mendaftarkan akta pendirian perusahaan ke pengadilan negeri untuk mendapatkan pengesahan sebagai badan hukum yang sah. Beberapa persyaratan harus dipenuhi, seperti dokumen pendukung dan izin domisili, Surat Tanda Daftar Perusahaan (STD) dan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak).
4. Diberitakan dalam lembaran negara
       Badan Usaha yang telah mendapatkan legalitas dari Departemen Kehakiman akan diberitakan dalam berita negara.


Artikel Terkait

Previous
Next Post »