Loading...
Showing posts with label TECHNOPRENEURSHIP. Show all posts
Showing posts with label TECHNOPRENEURSHIP. Show all posts

KOLEKSI TUGASKU - MAKALAH TECHNOPRENEURSHIP " BERAKHIRNYA BISNIS USAHA"

January 28, 2020 Add Comment

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

            Perkembangan dunia usaha dan industri dengan adanya globalisasi ekonomi telah meningkat tajam. Berbagai produk yang dihasilkan dituntut untuk dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Globalisasi ekonomi dan era informasi mendorong industri menggunakan sumber daya manusia lulusan perguruan tinggi yang kompeten dan memiliki jiwa kewirausahaan. Akan tetapi tidak setiap lulusan perguruan tinggi memiliki jiwa kewirausahaan seperti yang diinginkan oleh lapangan kerja tersebut. Kenyataan menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil lulusan perguruan tinggi yang memiliki jiwa kewirausahaan. Di sisi lain, krisis ekonomi menyebabkan jumlah lapangan kerja tidak tumbuh, dan bahkan berkurang karena bangkrut. Dalam kondisi seperti ini, maka lulusan perguruan tinggi dituntut untuk tidak hanya mampu berperan sebagai pencari kerja tetapi juga harus mampu berperan sebagai pencipta kerja. Keduanya memerlukan jiwa kewirausahaan. Oleh karena itu, agar supaya perguruan tinggi mampu memenuhi tuntutan tersebut, berbagai inovasi diperlukan diantaranya adalah inovasi pembelajaran dalam membangun generasi technopreneurship di era informasi sekarang ini.
            Pengembangan teknologi akan sangat berpengaruh terhadap daya saing suatu negara dalam kompetisi global. Inovasi teknologi yang kontinu dan tepat guna membutuhkan sebuah penguasaan kompetensi serta otoritas ilmiah dalam implementasi teknologi tersebut. Untuk itu diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas sebagai ahli-praktisi dalam masing-masing bidang keilmuan dan aplikasinya. Di sinilah peran universitas dan institusi pendidikan tinggi dalam menghasilkan lulusan yang berkompeten dalam pemanfaatan teknologi.
            Dalam memulai suatu usaha atau bisnis pastilah mengetahui apa saja yang akan dibutuhkan, beserta tujuan dari dibenuknya usaha atau bisnis tersebut. Dibutuhkan pengetahuan dan pengalaman agar badan usaha yang dibentuk tidak mengalami kepalilitan atau bangktut, sehingga menyebabkan kerugian.

1.2 Pokok Permasalahan

            Adapun pokok-pokok permasalahan yang akan dibahas yaitu :
1.    Pengertian kepailitan beserta penanganannya.
2.    Cara Mempertahankan operasi usaha baru.
3.    Tanda – tanda kepailitan.
4.    Suksesi bisnis beserta faktor-faktor kegagalannya.

1.3 Tujuan dan Manfaat

            Adapaun tujuan dan mamfaat dari penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Mengetahui tentang penyebab berakhirnya suatu usaha
2.      Mengetahui cara mempertahankan usaha agar tidak mengalami kepailitan.
3.      Menghindari kegagalan dalam suksesi bisnis.

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Kepailitan

   Kepailitan merupakan posisi badan usaha dimana tidak mampu membayar kewajiban jangka pendeknya. Banyak usaha baru berakhir dengan kepailitan. Kegagalan ini tentunya sangat menyakitkan bagi para wirausahawan dan terlalu sering bahwa kegagalan tersebut seharusnya bisa dihindari dengan perhatian yang lebih besar pada faktor-faktor tertentu dalam operasi bisnis. Terdapat tiga alternative bagi badan usaha yang berada pada posisi mendekati kepailitan atau pada posisi tidak mampu membayar kewajiban jangka pendeknya. Tiga altrnatif tersebut adalah:
1.    Likuidasi
2.    Reorganisasi
3.    Perpanjangan Waktu Pembayaran
A. LIKUIDITAS
Kasus kepailitan paling ekstrim adalah ketika wirausahawan  secara sukarela atau dengan berat hati harus melikuidasi semua aktiva usaha yang tidak bias dibebaskan.Jika wirausahawan mengisi petisi kepailitan secara sukarela,maka ventura usahawan tersebut dinyatakan pailit.Biasanya pengadilan akan meminta laporan pendapatan dan pengeluaran lancar.
B. REORGANISASI
Reorganisasi merupakan alternatif yang kurang ekstrim dari kepailitan.Dalam situasi ini pengadilan memberikan waktu dan ruang kepada usaha ventura untuk membayar hutang-hutangnya.Biasanya situasi ini terjadi karena usaha ventura mempunyai masalah dengan arus kas dan kreditor mulai menekan perusahaan dengan tuntutan hukum,dan lain-lain.Wirausaha merasa bahwa dengan adanya perpanjangan waktu,binis akan bias mempunyai solvabilitas dan likuiditas yang lebih tinggi untuk memenuhi kewajiban hutang-hutangnya.
Kreditor besar atau suatu pihak yang berkepentingan atau kelompok kreditor biasanya akan mengajukan kasus ini di depan pengadilan dan kemudian rencana reorganisasi akan dibuat untuk  menunjukan bagaimana bisnis akan berputar.Rencana ini akan membagi hutang dan kepemilikan kedalam dua kelompok,mereka yang akan dipengaruhi rencana dan mereka yang tidak.
Sekali rencana terselesaikan ia harus disetujui oleh pihak pengadilanPersetujuan rencana ini juga meminta bahwa semua kreditor dan pemilik setuju untuk tunduk dengan rencana reorganisasi eperti yang dikemukakan di depan pengadian.Keputusan yang dibuat dengan rencana reorganisasi biasanya mencerminkan satu atau gabungan dari hal-hal berikut ini :
1.      Perluasan
2.      Substitusi
3.      Penetapan penyelesaian Hutang
C. RENCANA PERPANJANGAN WAKTU PEMBAYARAN
Jika wirausahawan mempunyai pendapatan tetap,bias dimungkinkan untuk mengajukan perpanjangan waktu pembayaran selama hutang-hutang yang tidak di jamin kurang dari misalnya 10 juta dan hutang-hutangnya di jamin kurang dari 35 juta.Dengan ini wirausahawan membuat rencana pembayaran cicilan dari hutang yang belum dilunaskan.Jika disetujui oleh pengadilan,rencana tersebut mengukat kreditor bahkan jika mereka sebelumnya tidak menyetujui pembayaran secara menyicil.
Wirausahawan harus mengajukan kepada pengadilan  rencana yang pada dasarnya adalah anggaran pendapatan dimasa mendatang dari segi hutang-hutang yang belum dilunaskan.Rencana tersebut harus berisi pembayaran semua klaim yang mendapat prioritas.Dsamping itu rencana tersebut harus menguraikan berapa banyak yang harus dibayarkan sampai semua pembayaran bias terselesaikan.
Klaim yang harus dibayar menurut peringkat adalah sebagai berikut :
1.          Kreditor yang dijamin
2.          Pengeluaran administrative
3.          Klaim yang berasal dari operasi bisnis
4.          Klaim upah dan gaji karyawan
5.          Kontribusi pada tunjangan karyawan
6.          Klaim dari kreditor konsumen
7.          Pajak
8.          Kreditor Umum.

2.2 Strategi Reorganisasi

            Biasanya reorganisasi membutuhkan waktu. Selama periode ini wirausahawan bisa membantu proses bergerak lebih cepat dengan berinisiatif membuat rencana-rencana, menjual rencana pada kreditor yang dijamin, komunikasi dengan kelompok kreditor dan menghindari penulisan cek yang tidak ada dananya. Kunci untuk memperbesar proses kepailitan adalah mengikuti kreditor tentang bagaimana bisnis dijalankan dan menekankan arti penting dukungan kreditor selama proses. Perbaikan kredibilitas wirausahawan dengan kreditor akan membantu bisnis usaha lepas dari kesulitan finansial tanpa tanda-tanda adanya kegagalan. Kepailitan merupakan upaya terakhir bagi wirausahawan. Setiap bisnis usaha hendaknya dibuat untuk menghindari kepailitan dan membuat bisnis usaha tetap beroperasi.

2.3 Mempertahankan Operasi Usaha Baru

            Setiap wirausahawan yang memulai usaha baru hendaknya memperhatikan kesalahan dari orang lain, sebagaimana halnya dengan proses belajar. Terdapat persyaratan tertentu yang bisa membantu mempertahankan operasi bisnis usaha baru dan mengurangi risiko kegagalan. Kita tidak pernah bisa menjamin keberhasilan tetapi kita bisa belajar bagaimana menghindari kegagalan.
            Faktor-faktor penting yang bisa mengurangi risiko kegagalan bisnis adalah sebagai berikut.
1.         Menghindari optimisme yang berlebih-lebihan ketika bisnis menunjukkan keberhasilannya.
2.         Senantiasa membuat rencana-rencana pemasaran yang baik dengan tujuan yang jelas.
3.         Membuat proyeksi arus kas yang baik dan menghindari kapitalisasi.
4.         Selalu berada di depan dalam pasar.
5.         Mengidentifikasi hal-hal yang perlu ditekankan yang mungkin bisa menyebabkan perusahaan berada dalam bahaya.
            Ketika usaha menunjukkan pertumbuhan yang mengesankan, ada banyak godaan bagi wirausahawan untuk menghambur-hamburkan uang perusahaan. Setiap menit telepon akan berdering untuk menawarkan jasa. Travel-travel akan berebut menawarkan paket berlibur yang murah. Bisnis asuransi akan menjadikan orbaka ini sebagai sasaran tembak. Orbaka singkatan dari orang baru kaya. Jangan kaget, dukun tiban (ini jenis paranormal dadakan) akan berusaha sekuat tenaga mengadakan pendekatan agar sang orbaka menjadi klien-nya. Kalau tidak awas dan waspada, dalam hitungan bulan pengusaha muda potensial ini akan tersungkur menjadi orang biasa kembali.
            Ada rambu-rambu yang bagus dijadikan pijakan dalam melangkah. Orang-orang
tua kita menganjurkan agar kita memakai logika matematis sederhana untuk menguji
sebuah tawaran baik. Beberapa rambu tersebut adalah :
1. Pinjaman tanpa bunga. Ini banyak iklannya di jalan-jalan. Jangan pikir panjang ini pasti penipuan. Tinggal tunggu waktu aparat berwenang akan menyeretnya ke kursi pesakitan.
2. Pinjaman tanpa agunan. Ini juga sama modusnya. Jangan percaya dan jangan tawarkan iklan ini pada orang-orang yang anda sayangi.
3. Menjadi pengusaha properti tanpa modal. Anda percaya? Jangan jadikan diri anda bahan tertawaan. Jangan percaya.
4. Deposito berbunga tinggi. Ingat Balicon, Ingat KKM, Ingat keluarga gotong royong dan masih banyak lagi contoh lainnya. Deposito memberi bunga di atas atau sama dengan bunga kredit pasti bohongnya.
5. Pengobatan alternatif yang mampu menyembuhkan 111 penyakit. Tutup dong rumah sakitnya. Jangan percaya.
6. Ramuan herbal yang mampu menyembuhkan diabetes. Cobalah dan anda akan menyesal seumur hidup.
7. Dukun sakti mandraguna yang mampu menyembuhkan kangker. Banyak pasien kangker sembuh bahkan pasien yang hampir dioperasi. Cari uang boleh- boleh saja, tapi menyeret orang ke liang lahat pasti bukan perbuatan baik.
8. Pengobatan jantung tanpa operasi. Kalau jantung koroner apa bisa ya. Banyak iklan besar bertebaran di mana-mana. Ini tandanya bisnis mereka telah tumbuh subur dan banyak makan korban.
9. Pengobatan Temon-temon Leluhur yang mampu memperpanjang alat vital 5 cm dalam 4 minggu. Ini pasti lelucon. Dukunnya sendiri pasti tertawa saat membuat iklan ini. Anehnya, di abad IT ini masih saja ada orang yang percaya.
10. Meninggikan badan 6 cm dalam waktu 3 minggu. Kayak karet aja ya.
11. Menurunkan berat badan 10 kg dalam waktu 1 bulan. Ini boleh dipercaya, tapi ingat karena yang dimainkan adalah proses metabolisme tubuh, anda akan kelihatan seperti sapi benggala. Jadi, boleh percaya tapi jangan dicoba ya.
12. Mendapat benda bertuah dari leluhur melalui seorang utusan. Ini banyak mangkal di depan pertokoan atau kampus. Begitu kita turun dari mobil, seseorang akan mendekati kita dan mengatakan kita tengah menemukan jodoh. Hari kebahagian akan menjelang. Kalau kita mau dijadikan bahan olok-olok, terimalah tawaran ini.
13. Mendapat tawaran menjadi agen besar produk elektronik luar negeri. Bulan pertama, kita kirim uang - barang datang. Bulan kedua, barang datang berlimpah – kita kirim uang. Bulan ketiga, ditawarkan produk dengan hargamiring, tapi uang harus dikirim duluan. Akhirnya – anda pailit/bangkrut.
14. Mendapatkan tawaran kerja sama dari pengusaha developer. Termin pertama, lancar-lancar saja pembayarannya. Termin kedua juga lancar. Termin terakhir anda akan dimakan. Kalau bahan yang kita telah pasang mau kita bongkar kembali, dia mengancam akan lapor aparat.
15. Iklan yang memberikan hadiah kepada seseorang yang terpilih karena lewat di suatu jalan pada jam tertentu. Atau makan di sebuah rumah makan pada jam 12 tepat. Dalam surat dijelaskan sebab-sebab keberuntungan yang menyebabkan mendapat hadiah. Sebuah Produsen memberikan hadiah yang harus diambil ke toko tertentu, asal membeli sejumlah barang dengan harga yang sudah di-mark-up (asal membeli ini baru kita ketahui setelah sampai di toko). Kecewa?. Protes? Menuntut? Tidak bisa, karena di bawah surat ada pernyataan syarat dan ketentuan berlaku.
16. Kisah penipuan lewat sms atau surat bertebaran tiap hari, ada-ada saja modusnya. Yang menjengkelkan dan hampir tiap hari terjadi adalah minta dikirimi pulsa, minta transfer ke rekening tertentu, seseorang minta uang karena ditahan polisi atau keluarga kita akan segera operasi di suatu rumah sakit karena kecelakaan dan masih banyak lagi. Satu sikap yang harus dijadikan pegangan adalah : menjadi kaya dengan kerja keras dan sehat dengan berobat ke dokter. Banyak wirausahawan muda yang awam mengenai kerasnya persaingan dalam dunia usaha dan maraknya aksi penipuan. Informasi adalah asset penting bagi wirausahawan, khususnya mengenai potensi pasar di masa depan dan peramalan pasar yang bisa langsung dicapai. Dalam setiap tahap awal bisnis usaha, perlu bagi wirausahawan untuk mengetahui hal-hal yang bisa menimbulkan masalah, yaitu hal-hal pada saat mana bisnis usaha berubah usuran perusahaannya, memerlukan strategi baru untuk bertahan hidup.

2.4 Tanda – Tanda Kepailitan

            Sering wirausahawan tidak menyadari apa yang terjadi dan tidak mau menerima hal yang tidak bisa dihindarkan. Beberapa peringatan dini yang merupakan tanda-tanda kepailitan adalah sebagai berikut.
1. Kelalaian dalam manajemen keuangan, sehingga tak seorangpun yang bisa menjelaskan bagaimana uang dibelanjakan.
2. Direktur tidak bisa mendokumentasikan dan menjelaskan transaksi-transaksi besar.
3. Pelanggan diberikan potongan harga tinggi untuk mempercepat pembayaran karena arus kas yang buruk.
4. Kontrak yang diterima di bawah harga standar untuk menghasilkan kas.
5. Bank meminta pelunasan utang-utangnya.
6. Orang-orang penting dalam perusahaan meninggalkan perusahaan.
7. Kurangnya bahan mentah untuk memenuhi pesanan.
8. Pajak upah dan gaji tidak dibayarkan.
9. Pemasok meminta bayaran secara kontan.
10. Meningkatnya keluhan pelanggan mengenai kualitas produk/jasa. Kisahnya pailitnya beberapa bank di Bali ditandai dengan agresivitasnya membuat cabang dan kantor kas atau membuat kantor yang mewah dan berlebih-lebihan. Kisah ini mendapatkan pembenaran dari 10 item tanda-tanda kepailitan di atas. Jika wirausahawan mengetahui tanda-tanda awal seperti di atas maka hendaknya segera meminta saran dari akuntan publik atau pengacara. Dimungkinkan mencegah kepailitan dengan membuat perubahan dengan segera dalam operasi bisnis untuk memperbaiki arus kas dan kemampuan mendatangkan laba dari perusahaan. Kepailitan atau likuidasi bukanlah akhir segala-galanya, sejarah menunjukkan banyak wirausahawan yang mengalami kegagalan berkali-kali sebelum akhirnya berhasil. Wirausahawan yang belajar dari kesalahan cenderung mempunyai pemahaman dan penilaian yang baik tentang : (1) kebutuhan bagi penelitian pasar, (2) kapitalisasi awal yang lebih besar, (3) keterampilan bisnis usaha yang lebih besar.

2.5 Suksesi Usaha

            Banyak bisnis usaha baru akan dialihkan kepada anggota keluarga. Jika tidak ada anggota keluarga yang tertarik pada bisnis usaha tersebut, penting bagi wirausahawan untuk berusaha menjual usahanya atau melatih seseorang dalam organisasi untuk mengambil alih.
            Beberapa praktik berikut disinyalir sebagai faktor kegagalan dalam melakukan suksesi bisnis keluarga ke generasi berikutnya:
a.Tidak dipersiapkan dan dibuat perencanaan. Bisnis berjalan seperti biasa, para pendiri dan pemegang saham mula-mula senang melihat perkembangan perusahaan yang dipimpin sendiri maupun dengan beberapa orang yang menjadi pendiri, seluruh posisi kunci dipegang erat-erat. Tanpa terasa waktu berlalu dan mereka semakin tua, lemah dalam fisik, lemah dalam berpikir tapi tetap merasa diri kuat. Melihat anak-anak, sekalipun sudah berumur setengah tua, tetap saja dianggap anak yang tidak mampu menggantikan diri mereka. Akibatnya ketika harus terjadi suksesi, itu pun dilakukan terpaksa, generasi penerus menerima secara kaget, dan karena selama ini tidak diberi kesempatan, tidak tahu apa yang seharusnya diperbuat. Suksesi gagal total.
b.Membagi tanggung jawab sama rata sesuai dengan warisan. Membagi warisan kepada beberapa anak dalam bentuk saham dengan sama rata adalah sesuatu yang baik, tidak pilih kasih. Namun, jika itu disertai dengan pembagian tanggung jawab dalam manajemen akan terjadi ketimpangan jika tidak menempatkan the right person in the right position. Salah satu contoh dengan menempatkan sesuai urutan usia, yang lebih tua lebih berkuasa. Faktor kemampuan, bakat, pendidikan, dan wawasan tidak diindahkan, akibatnya kembali gagal di tengah jalan.
c.Menempatkan generasi penerus pada posisi yang tidak berpengaruh. Dengan dalih agar belajar dari bawah, maka generasi penerus ditempatkan di posisi yang tidak berpengaruh. Konsekuensinya karyawan di bagian tersebut akan cenderung hilang respek dan penuh kecurigaan dan kedua, bagi generasi penerus, di bawah sadar mereka timbul perasaan rendah diri, hal ini akan berisiko besar ketika secara mendadak dia harus mengambil alihkepemimpinanperusahaan. Tidak memiliki rasa percaya diri, berlamban-lamban dalam mengambil keputusan karena tidak mengetahui mana prioritas dan mana yang tidak.
d.Tidak dibuatkan sasaran dan gol yang jelas. Gol dan sasaran disimpan baik-baik di benak generasi pertama dan generasi kedua hanya disuruh untuk memperhatikan dan belajar dari apa yang dilakukan oleh generasi pertama. Gol dan sasaran atau objektif memang sebagian besar merupakan keinginan dan tekad generasi pertama yang dituangkan ke dalam bentuk perencanaan, strategi dan program agar diketahui oleh setidaknya posisi-posisi kunci di perusahaan. Generasi penerus seharusnya mendapat penjelasan, secara pribadi: apa, mengapa, dan bagaimana gol dan sasaran dibuat dan bagaimana harus dilaksanakan dan selanjutnya diingatkan bahwa gol dan sasaran tersebut akan menjadi tanggung jawab generasi penerus untuk mencapainya.
e.Menyimpan sebagai rahasia exit plan (Perencanaan untuk estafet, serah tanggung jawab). Pemimpin yang berhasil bukan saja yang menunjukkan dirinya mampu dan hebat, juga dilihat apakah dia berhasil mencetak generasi penerus yang mampu minimal sama dengan dirinya, dan jika mungkin melampaui.
f.Menolak campur tangan orang luar. K arena merasa diri yang paling tahu, maka generasi pertama tabu melibatkan orang luar. Sebetulnya tersedia para konsultan yang mengerti secara manajemen dan teknik bagaimana secara mulus mempersiapkan suksesi yang berhasil.
Memang harus dicari yang cukup berpengalaman dan memiliki kompetensi. Setidaknya mereka dapat diajak untuk tukar pikiran dalam mempersiapkan suksesi. Dari gambaran di atas, kita dapat melihat bahwa suksesi yang berhasil cukup sulit karena itu perlu dipersiapkan sebaik-baiknya karena gagal mempersiapkan suksesi merupakan faktor utama kegagalan bagi kelanjutan perusahaan.
Berikut merupakan langkah-langkah yang dapat membantu dalam hal tersebut:
            Pertama, berikan kesempatan kepada generasi penerus untuk menerima pendidikan yang dibutuhkan dalam kaitan dengan perusahaan. Selain ilmu pengetahuan sesuai bidang yang menjadi bakat dan obsesinya, juga ilmu manajemen dan kepemimpinan. Baik pendidikan formal di universitas terkemuka maupun informal seperti seminar dan lokakarya.
            Kedua, diberitahukan dengan jelas dan terus terang apa yang diinginkan dari generasi penerus dan kapan diharapkan suksesi dapat berlangsung agar mereka berbesar hati dan siap menerima tanggung jawab pada waktunya sesuai target waktu yang ditetapkan.
            Ketiga, menempatkan generasi penerus di posisi-posisi yang berdampak luas dan berpengaruh besar dengan memulai sebagai asisten kemudian menjadi wakil kepala bagian atau pemimpin divisi atau pemimpin unit. Ditargetkan kepada kepala bagian atau pemimpin divisi atau unit yang bersangkutan untuk memberikan on the job training yang efektif, menjadikan mereka mentor.
            Keempat, mengikutsertakan generasi penerus dalam rapat-rapat penting dalam perencanaan, strategi, pengambilan keputusan sekalipunsebagaipengamat.
            Kelima, dengan berjalannya waktu dan semakin lengkapnya pengetahuan dan pengalaman generasi penerus, secara resmi dapat diberikan tanggung jawab yang lebih besar dan penyerahan bertahap sementara generasi pertama bertindak sebagai mentor sampai penuh menjadi tanggung jawab generasi penerus ketika generasi pertama atau generasi sebelumnya melepas dan meninggalkan perusahaan.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

            Entrepreneur adalah orang-orang (pemilik usaha) yang berusaha untuk menghasilkan nilai, melalui  penciptaan atau perluasan kegiatan ekonomi, dengan mengidentifikasi dan mengeksploitasi produk baru, proses atau pasar.
            Dalam memulai suatu usaha atau bisnis pastilah mengetahui apa saja yang akan dibutuhkan, beserta tujuan dari dibenuknya usaha atau bisnis tersebut. Dibutuhkan pengetahuan dan pengalaman agar badan usaha yang dibentuk tidak mengalami kepalilitan atau bangktut, sehingga menyebabkan kerugian.
            Wirausahawan yang belajar dari kesalahan cenderung mempunyai pemahaman dan penilaian yang baik tentang :
(a) kebutuhan bagi penelitian pasar
(b) kapitalisasi awal yang lebih besar
(c) keterampilan bisnis usaha yang lebih besar.

3.2 Saran

            Di dalam melakukan Technopreneurship ada beberapa hal yang harus di lakukan sebelum di lakukannya pengambilan keputusan di suatu usaha, usaha yang di lakukan Technopreneurship tidak selalu mendapatkan keuntungan, tergantung dari segi sebagaimanakah seorang pemimpin tersebut melakukan yang terbaik di dalam usaha nya.
            Kebangkrutan atau kepalilitan dapat dicegah dengan caea memperhatikan tanda – tanda awal apakah usaha tersebut mengalami kepalilitan atau tidak.Jika sudah ada tanda – tanda secepatnya segera melakukan konsultasi ke akuntan public sehingga usaha dapat kembali bejalan normal.

DAFTAR PUSTAKA


DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR.. i
DAFTAR ISI. ii

TECHNOPRENEURSHIP : POWER POINT PENYEBAB BERAKHIRNYA USAHA

TECHNOPRENEURSHIP : POWER POINT PENYEBAB BERAKHIRNYA USAHA

July 19, 2019 Add Comment

KEGAGALAN USAHA





   Kepailitan merupakan posisi badan usaha dimana tidak mampu membayar kewajiban jangka pendeknya. Banyak usaha baru berakhir dengan kepailitan. Kegagalan ini tentunya sangat menyakitkan bagi para wirausahawan dan terlalu sering bahwa kegagalan tersebut seharusnya bisa dihindari dengan perhatian yang lebih besar pada faktor-faktor tertentu dalam operasi bisnis. Terdapat tiga alternative bagi badan usaha yang berada pada posisi mendekati kepailitan atau pada posisi tidak mampu membayar kewajiban jangka pendeknya. Tiga altrnatif tersebut adalah:
1.    Likuidasi
2.    Reorganisasi
3.    Perpanjangan Waktu Pembayaran

TECHNOPRENEURSHIP : ARTIKEL CARA MENDIRIKAN USAHA

July 19, 2019 Add Comment

CARA MENDIRIKAN USAHA


POWER POINT >> KLIK

2.1 Memulai Usaha

          Dari pengamatan di lapangan, terdapat beragam cara dan sebab untuk memulai usaha. Ada lima sebab atau cara seseorang untuk memulai merintis usahanya, yaitu:
a.       Faktor keluarga pengusaha
b.      Sengaja terjun menjadi pengusaha
c.       Kerja sampingan (iseng)
d.      Coba-coba
e.       Terpaksa
          Banyak cara yang dapat dilakukan seseorang untuk memulai usaha, baik secara berkelompok maupun perorangan. Cara memulai usaha yang lazim dilakukan adalah sebagai berikut.
1. Mendirikan usaha baru
          Untuk mendirikan usaha baru maka yang perlu kita lakukan adalah mengurus segala sesuatu yang berhubungan dengan badan usaha, mulai dari akta notaris sampai ke pengadilan negeri (Departemen Kehakiman), kemudian mengurus ijin-ijin yang dibutuhkan. Di samping itu, tugas lain adalah mencari lokasi yang tepat dan menyediakan peralatan atau mesin yang sesuai dengan usaha serta merekrut calon pegawai.
2. Membeli perusahaan
          Membeli perusahaan yang sudah berjalan adalah salah satu cara untuk memulai suatu usaha. Pembelian usaha dapat dilakukan terhadap perusahaan yang tidak aktif namun memiliki ijin-ijin badan usaha yang masih berlaku. Pembelian dapat berupa pembelian saham-saham berikut aset perusahaan.
3. Kerjasama manajemen dengan sistem waralaba (franchising)
          Usaha model ini adalah dengan memakai nama dan manajemen perusahaan lain. Perusahaan pemilik nama disebut perusahaan induk (franchisor) dan perusahaan yang menggunakan disebut franchise. Dukungan manajemen yang diberikan oleh franchisor dapat berupa :
a. Pemilihan lokasi usaha
b. Bentuk bangunan
c. Layout gedung dan ruangan
d. Peralatan yang diperlukan
e. Iklan
f. Penentuan atau penyediaan bahan baku atau produk
g. Perekrutan karyawan
          Cara seperti ini sudah dilakukan oleh McDonald, Indomart (Indomarco), Salon Kecantikan Martatilaar, Salon Hadisuwarno, Rumah Makan KFC, rumah makan Bebek Bengil, Rumah Makan Bebek Tepi Sawah, Kebab Turki, Lembaga Pelatihan Primagama, Bimbingan belajar Ganesha Operation, Kumon dan lain-lain.
4. Mengembangkan usaha yang sudah ada
          Pengusaha mengembangkan usaha yang sudah ada sebelumnya, baik pembuatan kantor cabang maupun penambahan kapasitas. Biasanya model seperti ini dilakukan oleh perusahaan keluarga. Beberapa contoh dapat disebutkan, seperti Perusahaan Rokok Gudang Garam dan Jarum. Dalam skala lokal ada Perusahaan Gong Sidakarya di Desa Blahbatuh Gianyar, yang justru besar setelah dikelola oleh anak-anaknya.

2.2 Bidang Usaha

          Penentuan bidang usaha sangat menentukan keberhasilan suatu usaha bisnis. Umumnya bidang usaha yang berhasil adalah yang sesuai dengan minat dan kebiasaaan dari pengusaha. Menjadikan hobi sebagai bidang usaha sering menghasilkan kesuksesan yang besar. Di samping faktor minat dan bakat, faktor penting lainnya adalah modal yang dimiliki. Setiap bidang usaha memerlukan modal yang besarnya tergantung skala usahanya. Modal dapat diusahakan dari berbagai sumber, seperti dari kantong pribadi, teman-teman, sanak famili atau pinjaman. Namun untuk usaha baru modal pinjaman relatif lebih sulit diperoleh karena jarang ada lembaga keuangan yang mau membiayai usaha yang masih baru. Modal pinjaman juga memerlukan puluhan syarat yang mustahil dapat dipenuhi oleh sebuah perusahaan baru.
          Faktor lainnya adalah jangka waktu memperoleh penghasilan atau keuntungan. Ada usaha yang jangka waktu perolehan keuntungannya relatif pendek, sedang dan panjang. Usaha jangka pendek maksudnya adalah jangka waktu yang diperlukan di bawah satu tahun, misalnya produk pertanian sayur mayur, usaha ternak dan ikan. Usaha jangka menengah ada di bidang pertanian seperti jeruk dan cokelat. Sementara itu usaha jangka panjang di atas 3 tahun, seperti perkebunan kelapa sawit dan karet.
          Faktor besarnya laba yang akan diperoleh dapat dijadikan sebagai acuan. Ada usaha yang dalam waktu singkat, antara satu sampai tiga bulan sudah menghasilkan keuntungan, namun ada pula usaha yang memerlukan waktu lama. Artinya harus mengembalikan modal dulu baru dapat memetik hasilnya. Pengalaman dalam bidang tertentu, seperti pernah melakukan job training atau praktek kerja sangat berguna bagi pengusaha dalam rangka memilih usaha yang akan dicoba. Di samping itu, tentu saja pengalaman teman atau kakak dapat dijadikan pelajaran dalam memulai suatu usaha bisnis.
Bagi seorang pemula, beberapa contoh di bawah ini dapat dijadikan acuan di dalam memilih salah satu usaha bisnis. Jangan lupa, bidang usaha harus selaras dengan bakat dan minat kita dan sebaiknya dimulai dari usaha skala kecil.
1. Sektor Keterampilan
Sebagai seorang alumni Politeknik, bidang keterampilan adalah yang paling mungkin dan menjanjikan. Usaha di sektor keterampilan dapat berupa jasa kursus dan jasa perbaikan (service), seperti service kendaraan, elektronik dan pertukangan (komputer, televisi, radio, kulkas, ac, pintu kayu, pintu krapyak dan bengkel kayu mini). Calon pengusaha di sektor keterampilan, khususnya di jasa kursus dan reparasi harus membekali diri dengan tambahan keterampilan lewat kursus, baik yang diselenggaralan oleh pemerintah (dinas Tenaga Kerja – BLK), maupun masyarakat. Khusus bagi calon penyelenggara kursus-kursus, harus membekali diri dengan sebuah sertifikat nasional bidang yang akan ditangani.
2. Jasa Konsultan
Usaha bisnis konsultan adalah usaha yang bergengsi dan menuntut peningkatan kompetensi yang terus menerus bagi para penyelenggaranya. Bidang usaha ini dapat berupa konsultan manajemen, teknik maupun konsultan lainnya.
3. Sektor perdagangan
Sektor perdagangan merupakan bidang yang paling banyak diminati oleh masyarakat. Tidak memerlukan banyak syarat, namun agar berhasil harus tetap mengikuti kaidah-kaidah berusaha yang baik dan terus meningkatkan kemampuan diri. Bidang ini banyak jenisnya, seperti kios bakso, kios buku silat, mie ayam, es teler, martabak, nasi goreng, lalapan sea food, restaurant, toko sembako, rumah makan, cafe internet, jasa pembayaran telepon, listrik dan air serta aksesoris komputer.
4. Sektor usaha lainnya
Ada banyak sektor usaha yang menarik untuk dijajal, seperti pariwisata (rumah kos, hotel, motel, karaoke, penginapan, bar, diskotik atau bilyard), kesehatan (klinik perawatan, apotik, rumah sakit, praktik dokter bersama), seni (seni lukis, musik, tari, kerawitan atau penulis cerita), percetakan (photo copy,sablon, cetak buku, majalah, koran atau percetakan lainnya), pendidikan (PAUD, TK, SD, SMP, SMK/SMU atau Perguruan Tinggi (Politeknik, Akademi, Sekolah Tinggi atau Universitas), agribisnis (usaha pertanian sayur mayur, jeruk, pisang, nanas, cokelat, cengkeh, lada dan kelapa sawit), Perikanan (tambak ikan mini pakai terpal, udang, lele, ikan emas, gurami, bididaya rumput laut, mutiara, ikan bawal, patin, mujair, ikan hias dan kolam pancing), kelautan (kerjasama dengan nelayan dengan memberi kapal), tambang (pasir, kaolin, timah, emas atau batubara), industri (tempe, krupuk, roti, batu bata, genteng atau garmen). Melihat kreativitas mahasiswa yang berhasil memenangkan hibah PKM diberbagai tempat, khususnya di lembaga pendidikan vokasi terjadi keragaman yang sangat inovatif. Produk makanan yang berhasil di-create antara lain : Fitza, gado-gado, puding,kentang goreng, chicken aget, roti bakar dan masih banyak lagi. Semuanya telah memenuhi syarat untuk dimakan, namun masih kalah jauh dengan yang dijual di pasar. Kelemahan itu dapat dilihat pada gado-gado, misalnya. Content sudah baik, namun bumbu masih terlalu encer dan kurang manis. Kentang goreng atau chicken aget juga masih terlalu keras, bahkan belum layak konsumsi. Namun sebagai pemula, mereka sudah berani dan waktulah yang akan menyempurnakan produk mereka. Syaratnya mereka mau menerima feed-back dari pembeli atau pengamat. Di samping aspek rasa dan cara penyajian, hospitality juga seharusnya menjadi fokus pembinaan pada pemenang PKM. Sebagai gambaran, dari sekitar 70 stand yang menjajakan dagangannya. Setelah mondar- mandir selama 1 jam lebih, hanya 3 stand yang menyapa penulis atau menawarkan barang dagangannya. Suatu yang masih jauh dari harapan.



2.5 Proses Pendirian Usaha

            Pendirian Badan Usaha memiliki proses yang berbeda-beda, demikian juga persyaratan yang harus dipenuhi oleh setiap badan usaha berbeda. Waktu yang dibutuhkan untuk masing-masing badan usaha pun berbeda-beda.
Untuk mendirikan badan usaha berbentuk persekutuan komanditer (CV), perseroan terbatas (PT), dan Yayasan memiliki persyaratan sebagai berikut.
1. Mengadakan rapat umum pemegang saham
       Calon pemegang saham bersepakat untuk membicarakan pembentukan usaha dengan segala hak dan kewajibannya dalam rapat umum pemegang saham.
2. Dibuatkan akta notaris
       Kesepakatan untuk mendirikan badan usaha kemudian dituangkan dalam akta notaris. Di dalam akta pendirian tersebut dicantumkan nama-nama pendiri, komisaris, direksi, bidang usaha dan tujuan perusahaan.
3. Didaftarkan di pengadilan negeri
       Notaris kemudian mendaftarkan akta pendirian perusahaan ke pengadilan negeri untuk mendapatkan pengesahan sebagai badan hukum yang sah. Beberapa persyaratan harus dipenuhi, seperti dokumen pendukung dan izin domisili, Surat Tanda Daftar Perusahaan (STD) dan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak).
4. Diberitakan dalam lembaran negara
       Badan Usaha yang telah mendapatkan legalitas dari Departemen Kehakiman akan diberitakan dalam berita negara.


TECHNOPRENEURSHIP : POWER POINT CARA MENDIRIKAN USAHA

TECHNOPRENEURSHIP : POWER POINT CARA MENDIRIKAN USAHA

July 19, 2019 Add Comment

CARA MENDIRIKAN USAHA





2.1 Memulai Usaha

          Dari pengamatan di lapangan, terdapat beragam cara dan sebab untuk memulai usaha. Ada lima sebab atau cara seseorang untuk memulai merintis usahanya, yaitu:
a.       Faktor keluarga pengusaha
b.      Sengaja terjun menjadi pengusaha
c.       Kerja sampingan (iseng)
d.      Coba-coba
e.       Terpaksa


          ARTIKEL LENGKAPNYA  >> KLIK

TECHNOPRENEURSHIP : BENTUK-BENTUK KEPEMILIKAN DALAM SUATU PERUSAHAAN

July 19, 2019 Add Comment

BENTUK-BENTUK KEPEMILIKAN DALAM PERUSAHAAN


POWER POINT >> KLIK

Badan usaha dapat diartikan sebagai suatu kesatuan yuridis ekonomis yang  memiliki tujuan untuk mencari keuntungan . Sedangkan perusahaan adalah suatu kesatuan teknis dalam produksi yang bertujuan untuk menghasilkan barang dan jasa). Jadi dapat disimpulkan bahwa perusahaan adalah bagian dari badan usaha sedangkan perusahaan adalah alat badan usaha dalam upaya mencapai tujuannya, yaitu memperoleh keuntungan/laba


Sangat diwajibkan bagi semua perusahaan untuk memiliki bentuk kepemimpinan yang sesuai dengan perusahaan tersebut.
Memilih bentuk perusahaan merupakan langkah awal dalam menjalankan perusahaan. Sebab berhasil tidaknya usaha yang dijalankan tergantung dari keputusan tersebut.
Berikut ini akan kita bahas bentuk-bentuk perusahaan sebagai berikut :
1. Usaha Perseorangan
2. Frima
3. Persekutuan Komanditer (CV)
4. Perseroan Terbatas (PT)
5. Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
6. Bentuk-bentuk Perusahaan lainnya.

a). Perusahaan Perseorangan
            Perusahaan Perseorangan merupakan salah satu bentuk perusahaan yang banyak dipergunakan di Indonesia. Maju mundurnya perusahaan tergantung sepenuhnya kepada kemampuan si pemilik usaha.
            Sebagai pemimpin perusahaannya sendiri harus sanggup mencurahkan segala pikiran dan tenaganya untuk perusahaan tersebut. Pimpinan perusahaan itu harus mempunyai pengetahuan dan keuletan serta harus arif dan bijaksana karna orang yang kurang cakap dan berhati lemah akan mudah menjerumuskan perusahaannya sendiri dalam suatu kerugian.

Kelebihan Perusahaan Perseorangan
1.      Pemilik bebas dalam mengambil keputusan, sehingga keputusan dapat secara cepat dilaksanakan.
2.      Seluruh keuntungan perusahaan menjadi hak pemilik perusahaan sepenuhnya.
3.      Sifat kerahasiaan perusahaan dapat terjamin, baik dalam hal keuangan maupun dalam masalah proses produksi.
4.      Biasanya pemilik perusahaan lebih giat berusaha untuk mencapai tujuan perusahaan yang menjadi miliknya.

Kelemahan Perusahaan Perseorangan
1.      Tanggung jawab pemilik perusahaan tidak terbatas. Disini seluruh harta milik pribadi menjadi jaminan terhadap hutang perusahaan.
2.      Sumber keuangan perusahaan terbatas, sebab usaha-usaha untuk memperoleh sumber dana sangat tergantung pada kemampuan pemilik perusahaan saja.
3.      Kelangsungan usaha perusahaan kurang terjamin, sebab jika seandainya pemilik meninggal atau terkena ganjaran hukuman penjara, maka perusahaan akan berhenti aktivitasnya.
4.      Pengelolaan manajemennya lebih kompleks sebab semua aktivitas manajemen dilakukan oleh pemilik perusahaan sendiri.

b) Frima
            Firma adalah badan usaha yang didirikan oleh seseorang atau lebih dengan bersama untuk melaksanak an usaha, umumnya dibentuk oleh orang-orang yang memiliki Keahlian sama atau seprofesi dengan tanggungjawab masing-masing anggota tidak terbatas, laba ataupun kerugian akan ditanggung bersama.

Ciri dan sifat firma :
- Apabila terdapat hutang tak terbayar, maka setiap pemilik wajib melunasi dengan harta pribadi.
- Setiap anggota firma memiliki hak untuk menjadi pemimpin
- Seorang anggota tidak berhak memasukkan anggota baru tanpa seizin anggota yang lainnya.
- Keanggotaan firma melekat dan berlaku seumur hidup
- Seorang anggota mempunyai hak untuk membubarkan firma
- Pendiriannya tidak memelukan akte pendirian
- Mudah memperoleh kredit usaha

Ketentuan mengenai firma ini diatur dalam pasal 16 KUHD yang diperkuat dengan pasal 16 dan 18 KUHP dan intinya menyebutkan :
·         Dalam keanggotaan, setiap anggota berhak menjadi pemimpin.
·         Anggota tidak boleh memasukkan orang lain untuk menjadi anggota tanpa persetujuan dari anggota lain.
·         Keanggotaan tidak dapat dipindahkan kepada orang lain selama anggota tersebut masih hidup.
·         Pemisahan kekayaan pribadi dengan kekayaan perusahaan tidak ada artinya, sebab jika kekayaan perusahaan tidak cukup untuk menutup hutang perusahaan, maka kekayaan pribadi para sekutu menjadi jaminan.
·         Sekutu yang tidak memasukkan modal, hanya tenaga saja maka akan memperoleh bagian laba atau rugi sama dengan sekutu yang memasukkan modal terkecil



Kelebihan  Firma
·         Kemampuan manajemen lebih besar karena adanya pembagain kerja diantara para anggota.
·         Pendirian firma relatif lebih mudah karena tidak memerlukan akte pendirian.
·         Kebutuhan modal lebih mudah terpenuhi, lebih mudah memperoleh kredit karena mempunyai kemampuan finasial yang lebih besar.

Kelemahan Firma

·         Tanggung jawab pemilik tidak terbatas terhadap seluruh hutang perusahaan, kekayaan pribadi menjadi jaminan bagi hutang-hutan firma.
·         Kerugian yang diakibatkan oleh seorang anggota harus ditanggung bersama oleh anggota yang lain.
·         Kelangsungan perusahaan tidak menentu, sebab jika salah satu anggota membatalkan perjanjian untuk menjalankan usaha bersama, secara otomatis firma menjadi bubar.

c) Perseroan Komanditer (CV)


            Bentuk badan usaha CV adalah bentuk perusahaan kedua setelah PT yang paling banyak digunakan para pelaku bisnis untuk menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Namun tidak semua bidang usaha dapat dijalankan Perseroan Komanditer (CV), hal ini mengingat adanya beberapa bidang usaha tertentu yang diatur secara khusus dan hanya dapat dilakukan oleh badan usaha Perseroan Terbatas (PT).
            Perseroan Komanditer adalah bentuk perjanjian kerjasama berusaha bers ama antara 2 (dua) orang atau dengan AKTA OTENTIK sebagai AKTA PENDIRIAN yang dibuat dihadapan NOTARIS yang berwenang. Para pendiri perseroan komanditer terdiri dari PESERO AKTIF dan PERSERO PASIF yang membedakan adalah tanggungjawabnya dalam perseroan. Persero aktif merupakan seseorang yang aktif dalam menjalankan usahanya serta bertanggung jawab penuh atas kekayaan pribadinya. Persero Pasif yaitu orang yang hanya bertanggung jawab sebatas uang yang disetor saja kedalam perusahaan tanpa melibatkan harta dan kekayaan peribadinya.

Ciri-Ciri dan Sifat CV :
-       Sulit menarik modal yang telah disetorkan
-       Jumlah modal yang besar karena didirikan banyak pihak
-       Mudah dalam mendapatkan kridit pinjaman
-       Memiliki anggota aktif yang memiliki tanggung jawab tidak terbatas dan ada yang pasif tinggal menunggu keuntungan saja
-       Relatif mudah untuk didirikan
-       Kelangsungan hidup perusahaan cv tidak menentu

Kelebihan :
1.      Modal yang terkumpul relatif besar
2.      Relatif mudah memperoleh kredit
3.      Kemampuan manajemen lebih besar
4.      Pendiriannya relatif mudah

Kelemahan :
1.      Sebagian sekutu mempunyai tanggung jawab tidak terbatas
2.      Kelangsungan hidup perusahaan relatif tidak menentu
3.      Sulit untuk menarik kembali modalnya terutama bagi sekutu pimpinan.




d) Perseroan Terbatas (PT)
            Perseroan Terbatas atau sering pula disebut dengan Naamloze Vennootschaap (NV), adalah suatu badan usaha yang mempunyai kekayaan, hak, serta kewajiban sendiri, yang terpisah dari kekayaan, hak, serta kewajiban para pendiri maupun para pemilik. Perseroan Terbatas memiliki modal usaha yang dibagi atas beberapa saham, dimana setiap teman ikut mengambil bagian sebanyak satu atau lebih saham.     Para pemegang saham bertanggung jawab terbatas terhadap hutang-hutang perusahaan sebesar modal yang disetorkan.
            Dalam perusahaan yang berbentuk PT selain diperlukan akte notaries juga ada syarat financial serta yuridis . Dalam bentuk PT harus memiliki :
a) Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
b) Komisaris
c) Dewan Direktur
Jenis-jenis PT yang perlu diketahui adalah :
a) PT Tertutup
b) PT Terbuka
c) PT Perseorangan
d) PT Kosong
e) PT Asing
f) PT Dometik

Kelebihan :
·         Kelangsungan hidup perusahaan terjamin
·         Terbatasnya tanggung jawab sehingga tidak menimbulkan resiko bagi kekayaan pribadi maupun kekayaan keluarga pemilik
·         Saham dapat diperjualbelikan dengan relatif mudah
·         Kebutuhan kapital lebih besar akan mudah dipenuhi, sehingga memungkinkan perluasan-perluasan usaha
·         Pengelolaan perusahaan dapat dilakukan dengan lebih efisien

Kelemahan :
·         Biaya pendiriannya relatif mahal
·         Rahasia tidak terjamin
·         Kurangnya hubungan yang efektif antara pemegang saham

e) Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
            Badan Usaha Milik Negara merupakan badan usaha yang dikenal public enterprise yang berisikan dua elemen esensial yakni unsur pemerintah (public) dan unsur bisnis (enterprise) artinya BUMN ini tidaklah murni pemerintah 100 persen dan tidak murni bisnis 100 persen.
            Untuk lebih jelas mengenai klasifikasi dan ciri-ciri yang melekat pada masing-masing bentuk BUMN, dapat dilihat pada diagram berikut ini. Ciri-ciri pokok usaha Negara menurut undang-undang no.9 tahun 1994.
1) Perjan (IBW) Governmental Agency
a) Makna usaha, tujuan perusahaan.public service
b) Status hukum: Bukan badan hukum
c) Hubungan organisatoris dengan pemerintah: sebagai bagian dari Departemen/Ditjen (tidak otonom)
d) Pemilikan/penguasaan pemerintah: sepenuhnya dan langsung seperti terhadap bagian Departemen/Ditjen/Dit
e) Pengurusan oleh pemerintah: pemimpin adalah kepala jawatan yang diangkat oleh pemerintah
f) Pengawasan oleh pemerintah: langsung dan secara hierarkis fungsional, pemeriksaan oleh akuntan Negara, neraca disahkan oleh menteri
g) Kekayaan/permodalan: dari pemerintah melalui Anggaran Belanja Tahunan
h) Status kepegawaian: pegawai negri
i) Ruang lingkup kegiatan usaha: pada umumnya public utility yang bersifat vital dan strategis

2) Perum (UU prp 1998) public Corporation
a) Makna usaha, tujuan perusahaan: public service dan profic seimbang/kondsional.
b) Status hukum: badan hukum berdasarkan UU 19 prp tahun 1998 dan PP/pendirian
c) Hubungan organisatoris: berdiri sendiri sebagai kesatuan organisasi yang terpisa(otonom)
d) Pemilikan/penguasaan oleh pemerintahan: sepenuhnya dan tidak langsung yaitu mulai penanaman kekayaan Negara yang dipisah
e) Pengurusan oleh peerintah: pimpinan adalah suatu direksi yang diangkat oleh pemerintah
f) Pengawasan oleh pemerintah: melalui pejabat atau badan yang berfungsi sebagai komisaris. Pemeriksaan oleh akutan Negara, neraca disahkan menteri
g) Kekayaan/permodalan: dari kekayaan Negara yang dipisahkan dan merupakan modal dasar perum. Modal tidak terbagi dalam saham.
h) Status kepegawaian: pegawai perusahaan Negara berdasarkan UU tersendiri
i) Ruang lingkup kegiatan usaha: pada umumnya usaha-usaha penting berupa public utility/service

3) Persero (KUHD) Government/State Campany
a) Makna usaha, tujuan perusahaan: profit sebagai titik berat
b) Status hukum: badan hukum berdasarkan KUHD dan PP pendirian( dengan akte notaris)
c) Hubungan organisasi dengan pemerintahan: berdiri sendiri sebagai kesatuan organisasi yang tercapai(otonom)
d) Pemilikan/penguasaan oleh pemerintah: dapat sepenuhnya atau sebagian yaitu melalui pihak saham secara keseluruhan atau sebagian
e) Pengurusan oleh pemerintahan: pimpinan adalah suatu direksi diangkat oleh rapat umum pemegang saham
f) Pengawasan oleh pemerintahan: pelalui dewan komisaris yang diangkat oleh rapat umum pemegang saham
g) Kekayaan/permodalan: dari kekayaan Negara yang dipisahnya dan merupakan modal dasar persero, untuk keseluruhan atau sebagian modal perseroan terbagi dalam saham-saham
h) Status kepegawaian: pegawai perusahaan swasta biasa.
i) Ruang lingkup kegiatan usaha: seperti pada perusahaan swasta biasa

f) Bentuk Perusahaan Lainnya
            Selain bentuk-bentuk perusahaan yang sudah dijelaskan di atas, berikut ini akan dijelaskan bentuk perusahaan lainnya yaitu :
a) Sidikat
            Sindikat merupakan suatu kerjasama antara beberapa orang lembaga untuk melaksanakan proyek khusus dibawah suatu perjanjian.
b) Kartel
            Kartel dapat diartikan sebagai suatu bentuk persekutuan antara beberapa perusahaan yang terikat oleh suatu perjanjian tertentu.
c) Merger
            Merupakan penggabungan dua perusahaan atau lebih menjadi satu perusahaan. Marger terdiri dari dua yaitu marger Horizontal merupakan penggabungan dengan perusahaan asing untuk pasar yang sama sedang dan Vertikal merupakan penggabungan perusahaan dengan perusahaan supplier-nya


d) Perusahhan daerah
            Adalah perusahaan yang modal/sahamnya dimiliki oleh pemerintahan daerah, dimana kekayaan perusahaan dipisahkan oleh kekayaan pemerintahan daerah yang bersangkutan.

e) Koperasi
            Kopreasi merupakan suatu  badan usaha yang anggotanya adalah orang-orang atau badan hukum koprasi yang kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi, yang berdasarkan atas asas kekeluargaan
f) Yayasan
            Yayasan merupakan organisasi yang memilikitujuan untuk tidak mencari keuntungan tetapi untuk usaha yang bersifat sosial
g) Kongsi
            Kongsi merupakan suatu perserikatan yang terdiri dari dua orang atau lebih untuk mengadakan usaha bersama untuk mencari keuntungan.
h) Perserikatan perdata
            Merupakan persetujuan yang terdiri dari dua orang atau lebih yang bersepakat untuk saling mengangkat diri untuk memasukkan suatu kedalam persekutuan dengan maksud untuk membagi keuntungan yang terjadi karena persetujuan tersebut.  Pada setiap perserikatan perdata terdapat unsur-unsur:
            a. Pemasukkan
b. Tujuan untuk mendapat keuntungan yang dibagikan pada para anggota. Misalnya: enam orang bersahabat, bersepakat untuk mencari keuntungan/penghasilan bersama dengan jalan mendorong pementasan kesenian sandiwara. Masing-masing anggota/orang yang menyerahkan sejumlah uang sebagai modal, kemudian hasil keuntungan tersebut dibagi bersama diantara keenam orang tersebut, esuai dengan banyaknya pemasukkan uang kedalam perserikatan.