KOLEKSI TUGASKU - MAKALAH TECHNOPRENEURSHIP " BERAKHIRNYA BISNIS USAHA"

January 28, 2020

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

            Perkembangan dunia usaha dan industri dengan adanya globalisasi ekonomi telah meningkat tajam. Berbagai produk yang dihasilkan dituntut untuk dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Globalisasi ekonomi dan era informasi mendorong industri menggunakan sumber daya manusia lulusan perguruan tinggi yang kompeten dan memiliki jiwa kewirausahaan. Akan tetapi tidak setiap lulusan perguruan tinggi memiliki jiwa kewirausahaan seperti yang diinginkan oleh lapangan kerja tersebut. Kenyataan menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil lulusan perguruan tinggi yang memiliki jiwa kewirausahaan. Di sisi lain, krisis ekonomi menyebabkan jumlah lapangan kerja tidak tumbuh, dan bahkan berkurang karena bangkrut. Dalam kondisi seperti ini, maka lulusan perguruan tinggi dituntut untuk tidak hanya mampu berperan sebagai pencari kerja tetapi juga harus mampu berperan sebagai pencipta kerja. Keduanya memerlukan jiwa kewirausahaan. Oleh karena itu, agar supaya perguruan tinggi mampu memenuhi tuntutan tersebut, berbagai inovasi diperlukan diantaranya adalah inovasi pembelajaran dalam membangun generasi technopreneurship di era informasi sekarang ini.
            Pengembangan teknologi akan sangat berpengaruh terhadap daya saing suatu negara dalam kompetisi global. Inovasi teknologi yang kontinu dan tepat guna membutuhkan sebuah penguasaan kompetensi serta otoritas ilmiah dalam implementasi teknologi tersebut. Untuk itu diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas sebagai ahli-praktisi dalam masing-masing bidang keilmuan dan aplikasinya. Di sinilah peran universitas dan institusi pendidikan tinggi dalam menghasilkan lulusan yang berkompeten dalam pemanfaatan teknologi.
            Dalam memulai suatu usaha atau bisnis pastilah mengetahui apa saja yang akan dibutuhkan, beserta tujuan dari dibenuknya usaha atau bisnis tersebut. Dibutuhkan pengetahuan dan pengalaman agar badan usaha yang dibentuk tidak mengalami kepalilitan atau bangktut, sehingga menyebabkan kerugian.

1.2 Pokok Permasalahan

            Adapun pokok-pokok permasalahan yang akan dibahas yaitu :
1.    Pengertian kepailitan beserta penanganannya.
2.    Cara Mempertahankan operasi usaha baru.
3.    Tanda – tanda kepailitan.
4.    Suksesi bisnis beserta faktor-faktor kegagalannya.

1.3 Tujuan dan Manfaat

            Adapaun tujuan dan mamfaat dari penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Mengetahui tentang penyebab berakhirnya suatu usaha
2.      Mengetahui cara mempertahankan usaha agar tidak mengalami kepailitan.
3.      Menghindari kegagalan dalam suksesi bisnis.

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Kepailitan

   Kepailitan merupakan posisi badan usaha dimana tidak mampu membayar kewajiban jangka pendeknya. Banyak usaha baru berakhir dengan kepailitan. Kegagalan ini tentunya sangat menyakitkan bagi para wirausahawan dan terlalu sering bahwa kegagalan tersebut seharusnya bisa dihindari dengan perhatian yang lebih besar pada faktor-faktor tertentu dalam operasi bisnis. Terdapat tiga alternative bagi badan usaha yang berada pada posisi mendekati kepailitan atau pada posisi tidak mampu membayar kewajiban jangka pendeknya. Tiga altrnatif tersebut adalah:
1.    Likuidasi
2.    Reorganisasi
3.    Perpanjangan Waktu Pembayaran
A. LIKUIDITAS
Kasus kepailitan paling ekstrim adalah ketika wirausahawan  secara sukarela atau dengan berat hati harus melikuidasi semua aktiva usaha yang tidak bias dibebaskan.Jika wirausahawan mengisi petisi kepailitan secara sukarela,maka ventura usahawan tersebut dinyatakan pailit.Biasanya pengadilan akan meminta laporan pendapatan dan pengeluaran lancar.
B. REORGANISASI
Reorganisasi merupakan alternatif yang kurang ekstrim dari kepailitan.Dalam situasi ini pengadilan memberikan waktu dan ruang kepada usaha ventura untuk membayar hutang-hutangnya.Biasanya situasi ini terjadi karena usaha ventura mempunyai masalah dengan arus kas dan kreditor mulai menekan perusahaan dengan tuntutan hukum,dan lain-lain.Wirausaha merasa bahwa dengan adanya perpanjangan waktu,binis akan bias mempunyai solvabilitas dan likuiditas yang lebih tinggi untuk memenuhi kewajiban hutang-hutangnya.
Kreditor besar atau suatu pihak yang berkepentingan atau kelompok kreditor biasanya akan mengajukan kasus ini di depan pengadilan dan kemudian rencana reorganisasi akan dibuat untuk  menunjukan bagaimana bisnis akan berputar.Rencana ini akan membagi hutang dan kepemilikan kedalam dua kelompok,mereka yang akan dipengaruhi rencana dan mereka yang tidak.
Sekali rencana terselesaikan ia harus disetujui oleh pihak pengadilanPersetujuan rencana ini juga meminta bahwa semua kreditor dan pemilik setuju untuk tunduk dengan rencana reorganisasi eperti yang dikemukakan di depan pengadian.Keputusan yang dibuat dengan rencana reorganisasi biasanya mencerminkan satu atau gabungan dari hal-hal berikut ini :
1.      Perluasan
2.      Substitusi
3.      Penetapan penyelesaian Hutang
C. RENCANA PERPANJANGAN WAKTU PEMBAYARAN
Jika wirausahawan mempunyai pendapatan tetap,bias dimungkinkan untuk mengajukan perpanjangan waktu pembayaran selama hutang-hutang yang tidak di jamin kurang dari misalnya 10 juta dan hutang-hutangnya di jamin kurang dari 35 juta.Dengan ini wirausahawan membuat rencana pembayaran cicilan dari hutang yang belum dilunaskan.Jika disetujui oleh pengadilan,rencana tersebut mengukat kreditor bahkan jika mereka sebelumnya tidak menyetujui pembayaran secara menyicil.
Wirausahawan harus mengajukan kepada pengadilan  rencana yang pada dasarnya adalah anggaran pendapatan dimasa mendatang dari segi hutang-hutang yang belum dilunaskan.Rencana tersebut harus berisi pembayaran semua klaim yang mendapat prioritas.Dsamping itu rencana tersebut harus menguraikan berapa banyak yang harus dibayarkan sampai semua pembayaran bias terselesaikan.
Klaim yang harus dibayar menurut peringkat adalah sebagai berikut :
1.          Kreditor yang dijamin
2.          Pengeluaran administrative
3.          Klaim yang berasal dari operasi bisnis
4.          Klaim upah dan gaji karyawan
5.          Kontribusi pada tunjangan karyawan
6.          Klaim dari kreditor konsumen
7.          Pajak
8.          Kreditor Umum.

2.2 Strategi Reorganisasi

            Biasanya reorganisasi membutuhkan waktu. Selama periode ini wirausahawan bisa membantu proses bergerak lebih cepat dengan berinisiatif membuat rencana-rencana, menjual rencana pada kreditor yang dijamin, komunikasi dengan kelompok kreditor dan menghindari penulisan cek yang tidak ada dananya. Kunci untuk memperbesar proses kepailitan adalah mengikuti kreditor tentang bagaimana bisnis dijalankan dan menekankan arti penting dukungan kreditor selama proses. Perbaikan kredibilitas wirausahawan dengan kreditor akan membantu bisnis usaha lepas dari kesulitan finansial tanpa tanda-tanda adanya kegagalan. Kepailitan merupakan upaya terakhir bagi wirausahawan. Setiap bisnis usaha hendaknya dibuat untuk menghindari kepailitan dan membuat bisnis usaha tetap beroperasi.

2.3 Mempertahankan Operasi Usaha Baru

            Setiap wirausahawan yang memulai usaha baru hendaknya memperhatikan kesalahan dari orang lain, sebagaimana halnya dengan proses belajar. Terdapat persyaratan tertentu yang bisa membantu mempertahankan operasi bisnis usaha baru dan mengurangi risiko kegagalan. Kita tidak pernah bisa menjamin keberhasilan tetapi kita bisa belajar bagaimana menghindari kegagalan.
            Faktor-faktor penting yang bisa mengurangi risiko kegagalan bisnis adalah sebagai berikut.
1.         Menghindari optimisme yang berlebih-lebihan ketika bisnis menunjukkan keberhasilannya.
2.         Senantiasa membuat rencana-rencana pemasaran yang baik dengan tujuan yang jelas.
3.         Membuat proyeksi arus kas yang baik dan menghindari kapitalisasi.
4.         Selalu berada di depan dalam pasar.
5.         Mengidentifikasi hal-hal yang perlu ditekankan yang mungkin bisa menyebabkan perusahaan berada dalam bahaya.
            Ketika usaha menunjukkan pertumbuhan yang mengesankan, ada banyak godaan bagi wirausahawan untuk menghambur-hamburkan uang perusahaan. Setiap menit telepon akan berdering untuk menawarkan jasa. Travel-travel akan berebut menawarkan paket berlibur yang murah. Bisnis asuransi akan menjadikan orbaka ini sebagai sasaran tembak. Orbaka singkatan dari orang baru kaya. Jangan kaget, dukun tiban (ini jenis paranormal dadakan) akan berusaha sekuat tenaga mengadakan pendekatan agar sang orbaka menjadi klien-nya. Kalau tidak awas dan waspada, dalam hitungan bulan pengusaha muda potensial ini akan tersungkur menjadi orang biasa kembali.
            Ada rambu-rambu yang bagus dijadikan pijakan dalam melangkah. Orang-orang
tua kita menganjurkan agar kita memakai logika matematis sederhana untuk menguji
sebuah tawaran baik. Beberapa rambu tersebut adalah :
1. Pinjaman tanpa bunga. Ini banyak iklannya di jalan-jalan. Jangan pikir panjang ini pasti penipuan. Tinggal tunggu waktu aparat berwenang akan menyeretnya ke kursi pesakitan.
2. Pinjaman tanpa agunan. Ini juga sama modusnya. Jangan percaya dan jangan tawarkan iklan ini pada orang-orang yang anda sayangi.
3. Menjadi pengusaha properti tanpa modal. Anda percaya? Jangan jadikan diri anda bahan tertawaan. Jangan percaya.
4. Deposito berbunga tinggi. Ingat Balicon, Ingat KKM, Ingat keluarga gotong royong dan masih banyak lagi contoh lainnya. Deposito memberi bunga di atas atau sama dengan bunga kredit pasti bohongnya.
5. Pengobatan alternatif yang mampu menyembuhkan 111 penyakit. Tutup dong rumah sakitnya. Jangan percaya.
6. Ramuan herbal yang mampu menyembuhkan diabetes. Cobalah dan anda akan menyesal seumur hidup.
7. Dukun sakti mandraguna yang mampu menyembuhkan kangker. Banyak pasien kangker sembuh bahkan pasien yang hampir dioperasi. Cari uang boleh- boleh saja, tapi menyeret orang ke liang lahat pasti bukan perbuatan baik.
8. Pengobatan jantung tanpa operasi. Kalau jantung koroner apa bisa ya. Banyak iklan besar bertebaran di mana-mana. Ini tandanya bisnis mereka telah tumbuh subur dan banyak makan korban.
9. Pengobatan Temon-temon Leluhur yang mampu memperpanjang alat vital 5 cm dalam 4 minggu. Ini pasti lelucon. Dukunnya sendiri pasti tertawa saat membuat iklan ini. Anehnya, di abad IT ini masih saja ada orang yang percaya.
10. Meninggikan badan 6 cm dalam waktu 3 minggu. Kayak karet aja ya.
11. Menurunkan berat badan 10 kg dalam waktu 1 bulan. Ini boleh dipercaya, tapi ingat karena yang dimainkan adalah proses metabolisme tubuh, anda akan kelihatan seperti sapi benggala. Jadi, boleh percaya tapi jangan dicoba ya.
12. Mendapat benda bertuah dari leluhur melalui seorang utusan. Ini banyak mangkal di depan pertokoan atau kampus. Begitu kita turun dari mobil, seseorang akan mendekati kita dan mengatakan kita tengah menemukan jodoh. Hari kebahagian akan menjelang. Kalau kita mau dijadikan bahan olok-olok, terimalah tawaran ini.
13. Mendapat tawaran menjadi agen besar produk elektronik luar negeri. Bulan pertama, kita kirim uang - barang datang. Bulan kedua, barang datang berlimpah – kita kirim uang. Bulan ketiga, ditawarkan produk dengan hargamiring, tapi uang harus dikirim duluan. Akhirnya – anda pailit/bangkrut.
14. Mendapatkan tawaran kerja sama dari pengusaha developer. Termin pertama, lancar-lancar saja pembayarannya. Termin kedua juga lancar. Termin terakhir anda akan dimakan. Kalau bahan yang kita telah pasang mau kita bongkar kembali, dia mengancam akan lapor aparat.
15. Iklan yang memberikan hadiah kepada seseorang yang terpilih karena lewat di suatu jalan pada jam tertentu. Atau makan di sebuah rumah makan pada jam 12 tepat. Dalam surat dijelaskan sebab-sebab keberuntungan yang menyebabkan mendapat hadiah. Sebuah Produsen memberikan hadiah yang harus diambil ke toko tertentu, asal membeli sejumlah barang dengan harga yang sudah di-mark-up (asal membeli ini baru kita ketahui setelah sampai di toko). Kecewa?. Protes? Menuntut? Tidak bisa, karena di bawah surat ada pernyataan syarat dan ketentuan berlaku.
16. Kisah penipuan lewat sms atau surat bertebaran tiap hari, ada-ada saja modusnya. Yang menjengkelkan dan hampir tiap hari terjadi adalah minta dikirimi pulsa, minta transfer ke rekening tertentu, seseorang minta uang karena ditahan polisi atau keluarga kita akan segera operasi di suatu rumah sakit karena kecelakaan dan masih banyak lagi. Satu sikap yang harus dijadikan pegangan adalah : menjadi kaya dengan kerja keras dan sehat dengan berobat ke dokter. Banyak wirausahawan muda yang awam mengenai kerasnya persaingan dalam dunia usaha dan maraknya aksi penipuan. Informasi adalah asset penting bagi wirausahawan, khususnya mengenai potensi pasar di masa depan dan peramalan pasar yang bisa langsung dicapai. Dalam setiap tahap awal bisnis usaha, perlu bagi wirausahawan untuk mengetahui hal-hal yang bisa menimbulkan masalah, yaitu hal-hal pada saat mana bisnis usaha berubah usuran perusahaannya, memerlukan strategi baru untuk bertahan hidup.

2.4 Tanda – Tanda Kepailitan

            Sering wirausahawan tidak menyadari apa yang terjadi dan tidak mau menerima hal yang tidak bisa dihindarkan. Beberapa peringatan dini yang merupakan tanda-tanda kepailitan adalah sebagai berikut.
1. Kelalaian dalam manajemen keuangan, sehingga tak seorangpun yang bisa menjelaskan bagaimana uang dibelanjakan.
2. Direktur tidak bisa mendokumentasikan dan menjelaskan transaksi-transaksi besar.
3. Pelanggan diberikan potongan harga tinggi untuk mempercepat pembayaran karena arus kas yang buruk.
4. Kontrak yang diterima di bawah harga standar untuk menghasilkan kas.
5. Bank meminta pelunasan utang-utangnya.
6. Orang-orang penting dalam perusahaan meninggalkan perusahaan.
7. Kurangnya bahan mentah untuk memenuhi pesanan.
8. Pajak upah dan gaji tidak dibayarkan.
9. Pemasok meminta bayaran secara kontan.
10. Meningkatnya keluhan pelanggan mengenai kualitas produk/jasa. Kisahnya pailitnya beberapa bank di Bali ditandai dengan agresivitasnya membuat cabang dan kantor kas atau membuat kantor yang mewah dan berlebih-lebihan. Kisah ini mendapatkan pembenaran dari 10 item tanda-tanda kepailitan di atas. Jika wirausahawan mengetahui tanda-tanda awal seperti di atas maka hendaknya segera meminta saran dari akuntan publik atau pengacara. Dimungkinkan mencegah kepailitan dengan membuat perubahan dengan segera dalam operasi bisnis untuk memperbaiki arus kas dan kemampuan mendatangkan laba dari perusahaan. Kepailitan atau likuidasi bukanlah akhir segala-galanya, sejarah menunjukkan banyak wirausahawan yang mengalami kegagalan berkali-kali sebelum akhirnya berhasil. Wirausahawan yang belajar dari kesalahan cenderung mempunyai pemahaman dan penilaian yang baik tentang : (1) kebutuhan bagi penelitian pasar, (2) kapitalisasi awal yang lebih besar, (3) keterampilan bisnis usaha yang lebih besar.

2.5 Suksesi Usaha

            Banyak bisnis usaha baru akan dialihkan kepada anggota keluarga. Jika tidak ada anggota keluarga yang tertarik pada bisnis usaha tersebut, penting bagi wirausahawan untuk berusaha menjual usahanya atau melatih seseorang dalam organisasi untuk mengambil alih.
            Beberapa praktik berikut disinyalir sebagai faktor kegagalan dalam melakukan suksesi bisnis keluarga ke generasi berikutnya:
a.Tidak dipersiapkan dan dibuat perencanaan. Bisnis berjalan seperti biasa, para pendiri dan pemegang saham mula-mula senang melihat perkembangan perusahaan yang dipimpin sendiri maupun dengan beberapa orang yang menjadi pendiri, seluruh posisi kunci dipegang erat-erat. Tanpa terasa waktu berlalu dan mereka semakin tua, lemah dalam fisik, lemah dalam berpikir tapi tetap merasa diri kuat. Melihat anak-anak, sekalipun sudah berumur setengah tua, tetap saja dianggap anak yang tidak mampu menggantikan diri mereka. Akibatnya ketika harus terjadi suksesi, itu pun dilakukan terpaksa, generasi penerus menerima secara kaget, dan karena selama ini tidak diberi kesempatan, tidak tahu apa yang seharusnya diperbuat. Suksesi gagal total.
b.Membagi tanggung jawab sama rata sesuai dengan warisan. Membagi warisan kepada beberapa anak dalam bentuk saham dengan sama rata adalah sesuatu yang baik, tidak pilih kasih. Namun, jika itu disertai dengan pembagian tanggung jawab dalam manajemen akan terjadi ketimpangan jika tidak menempatkan the right person in the right position. Salah satu contoh dengan menempatkan sesuai urutan usia, yang lebih tua lebih berkuasa. Faktor kemampuan, bakat, pendidikan, dan wawasan tidak diindahkan, akibatnya kembali gagal di tengah jalan.
c.Menempatkan generasi penerus pada posisi yang tidak berpengaruh. Dengan dalih agar belajar dari bawah, maka generasi penerus ditempatkan di posisi yang tidak berpengaruh. Konsekuensinya karyawan di bagian tersebut akan cenderung hilang respek dan penuh kecurigaan dan kedua, bagi generasi penerus, di bawah sadar mereka timbul perasaan rendah diri, hal ini akan berisiko besar ketika secara mendadak dia harus mengambil alihkepemimpinanperusahaan. Tidak memiliki rasa percaya diri, berlamban-lamban dalam mengambil keputusan karena tidak mengetahui mana prioritas dan mana yang tidak.
d.Tidak dibuatkan sasaran dan gol yang jelas. Gol dan sasaran disimpan baik-baik di benak generasi pertama dan generasi kedua hanya disuruh untuk memperhatikan dan belajar dari apa yang dilakukan oleh generasi pertama. Gol dan sasaran atau objektif memang sebagian besar merupakan keinginan dan tekad generasi pertama yang dituangkan ke dalam bentuk perencanaan, strategi dan program agar diketahui oleh setidaknya posisi-posisi kunci di perusahaan. Generasi penerus seharusnya mendapat penjelasan, secara pribadi: apa, mengapa, dan bagaimana gol dan sasaran dibuat dan bagaimana harus dilaksanakan dan selanjutnya diingatkan bahwa gol dan sasaran tersebut akan menjadi tanggung jawab generasi penerus untuk mencapainya.
e.Menyimpan sebagai rahasia exit plan (Perencanaan untuk estafet, serah tanggung jawab). Pemimpin yang berhasil bukan saja yang menunjukkan dirinya mampu dan hebat, juga dilihat apakah dia berhasil mencetak generasi penerus yang mampu minimal sama dengan dirinya, dan jika mungkin melampaui.
f.Menolak campur tangan orang luar. K arena merasa diri yang paling tahu, maka generasi pertama tabu melibatkan orang luar. Sebetulnya tersedia para konsultan yang mengerti secara manajemen dan teknik bagaimana secara mulus mempersiapkan suksesi yang berhasil.
Memang harus dicari yang cukup berpengalaman dan memiliki kompetensi. Setidaknya mereka dapat diajak untuk tukar pikiran dalam mempersiapkan suksesi. Dari gambaran di atas, kita dapat melihat bahwa suksesi yang berhasil cukup sulit karena itu perlu dipersiapkan sebaik-baiknya karena gagal mempersiapkan suksesi merupakan faktor utama kegagalan bagi kelanjutan perusahaan.
Berikut merupakan langkah-langkah yang dapat membantu dalam hal tersebut:
            Pertama, berikan kesempatan kepada generasi penerus untuk menerima pendidikan yang dibutuhkan dalam kaitan dengan perusahaan. Selain ilmu pengetahuan sesuai bidang yang menjadi bakat dan obsesinya, juga ilmu manajemen dan kepemimpinan. Baik pendidikan formal di universitas terkemuka maupun informal seperti seminar dan lokakarya.
            Kedua, diberitahukan dengan jelas dan terus terang apa yang diinginkan dari generasi penerus dan kapan diharapkan suksesi dapat berlangsung agar mereka berbesar hati dan siap menerima tanggung jawab pada waktunya sesuai target waktu yang ditetapkan.
            Ketiga, menempatkan generasi penerus di posisi-posisi yang berdampak luas dan berpengaruh besar dengan memulai sebagai asisten kemudian menjadi wakil kepala bagian atau pemimpin divisi atau pemimpin unit. Ditargetkan kepada kepala bagian atau pemimpin divisi atau unit yang bersangkutan untuk memberikan on the job training yang efektif, menjadikan mereka mentor.
            Keempat, mengikutsertakan generasi penerus dalam rapat-rapat penting dalam perencanaan, strategi, pengambilan keputusan sekalipunsebagaipengamat.
            Kelima, dengan berjalannya waktu dan semakin lengkapnya pengetahuan dan pengalaman generasi penerus, secara resmi dapat diberikan tanggung jawab yang lebih besar dan penyerahan bertahap sementara generasi pertama bertindak sebagai mentor sampai penuh menjadi tanggung jawab generasi penerus ketika generasi pertama atau generasi sebelumnya melepas dan meninggalkan perusahaan.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

            Entrepreneur adalah orang-orang (pemilik usaha) yang berusaha untuk menghasilkan nilai, melalui  penciptaan atau perluasan kegiatan ekonomi, dengan mengidentifikasi dan mengeksploitasi produk baru, proses atau pasar.
            Dalam memulai suatu usaha atau bisnis pastilah mengetahui apa saja yang akan dibutuhkan, beserta tujuan dari dibenuknya usaha atau bisnis tersebut. Dibutuhkan pengetahuan dan pengalaman agar badan usaha yang dibentuk tidak mengalami kepalilitan atau bangktut, sehingga menyebabkan kerugian.
            Wirausahawan yang belajar dari kesalahan cenderung mempunyai pemahaman dan penilaian yang baik tentang :
(a) kebutuhan bagi penelitian pasar
(b) kapitalisasi awal yang lebih besar
(c) keterampilan bisnis usaha yang lebih besar.

3.2 Saran

            Di dalam melakukan Technopreneurship ada beberapa hal yang harus di lakukan sebelum di lakukannya pengambilan keputusan di suatu usaha, usaha yang di lakukan Technopreneurship tidak selalu mendapatkan keuntungan, tergantung dari segi sebagaimanakah seorang pemimpin tersebut melakukan yang terbaik di dalam usaha nya.
            Kebangkrutan atau kepalilitan dapat dicegah dengan caea memperhatikan tanda – tanda awal apakah usaha tersebut mengalami kepalilitan atau tidak.Jika sudah ada tanda – tanda secepatnya segera melakukan konsultasi ke akuntan public sehingga usaha dapat kembali bejalan normal.

DAFTAR PUSTAKA


DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR.. i
DAFTAR ISI. ii

Artikel Terkait

Previous
Next Post »