KOLEKSI TUGAS : MAKALAH MESIN BUBUT KONVENSIONAL LANGSUNG JADI

April 10, 2020

Males BACA ??? 

Langsung aja download  >>> MAKALAH MESIN BUBUT KONVENSIONAL (format ms word, sudah rapi dan disertai gambar penjelas)


>> INFORMASI SEPUTAR DUNIA TEKNIK KUNJUNGI ILMUTEKNIK.ID <<

DAFTAR ISI


MAKALAH MESIN BUBUT KONVENSIONAL.. i
(CONVENTIONAL TURNING / LATHE MACHINE) i
KATA PENGANTAR.. ii
DAFTAR ISI. iii
BAB I. 1
PENDAHULUAN.. 1
1.1.     Latar Belakang Penulisan. 1
1.2.     Perumusan Masalah. 2
1.3.     Tujuan Penulisan. 2
1.4.     Metode Penulisan. 2
BAB II. 3
PEMBAHASAN.. 3
2.1.     Mesin Bubut (Turning Machine) Konvensional 3
2.2.     Fungsi Utama Mesin Bubut Konvensional 4
2.3.     Bagian Utama Mesin Bubut 4
2.4.     Klasifikasi Mesin Bubut 7
2.5.     Faktor   Untuk   Menentukan   Spesifikasi,   Performa   Operasional Mesin Bubut 8
2.7.     Dasar Operasi dan Parameter Pemotongan. 12
2.8.     Jenis Perkakas Bantu. 15
2.9.     Keselamatan Kerja Pada Mesin Bubut (Lathe Safety) 17
BAB III. 19
PENUTUP. 19
3.1. Kesimpulan. 19
3.2. Saran. 19
DAFTAR PUSTAKA.. 20





BAB I

PENDAHULUAN


  • Latar Belakang Penulisan
Mesin Bubut (bahasa Inggris: lathe) adalah suatu mesin perkakas yang digunakan untuk memotong benda yang diputar. Bubut sendiri merupakan suatu proses pemakanan benda kerja yang sayatannya dilakukan dengan cara memutar benda kerja kemudian dikenakan pada pahat yang digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda kerja. Gerakan putar dari benda kerja disebut gerak potong relatif dan gerakkan translasi dari pahat disebut gerak umpan. Dengan mengatur perbandingan kecepatan rotasi benda kerja dan kecepatan translasi pahat maka akan diperoleh berbagai macam ulir dengan ukuran kisar yang berbeda. Hal ini dapat dilakukan dengan jalan menukar roda gigi translasi yang menghubungkan poros spindel dengan poros ulir.
Roda gigi penukar disediakan secara khusus untuk memenuhi keperluan pembuatan ulir. Jumlah gigi pada masing-masing roda gigi penukar bervariasi besarnya mulai dari jumlah 15 sampai dengan jumlah gigi maksimum 127. Roda gigi penukar dengan jumlah 127 mempunyai kekhususan karena digunakan untuk konversi dari ulir metrik ke ulir inci.
Makalah ini ditulis untuk memenuhi salah satu persyaratan tugas yang harus dipenuhi mahasiswa agar dapat mengikuti evaluasi praktek teknologi mekanik yang akan dilaksanakan sebelum ulangan akhir semester berlangsung. Serta untuk penulisan makalah ini diharapkan mampu melatih mahasiswa dalam penyusunan suatu karya tulis yang nantinya dapat bermanfaat pada saat khususnya menjelang semester akhir yang nantinya banyak karya yang akan dibuat oleh mahasiswa, makalah ini juga diharapkan dapat bermanfaat bagi pembaca untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang mesin bubut.





  • Perumusan Masalah
Pokok pembahasan dalam makalah ini yaitu mengenai semua hal yang mengenai materi mesin bubut meliputi pengertian, pengoperasian, jenis alat potong, teknik pembubutan, keselamatan kerja, dan lainnya. Semua materi ini berdasarkan pengetahuan penulis yang diperoleh dari praktikum dan dosen.
Bedasarkan tentang materi dalam makalah ini maka penulisan membuat perumusan masalah yaitu :
  1. Apa yang dimaksud mesin bubut konvensional?
  2. Bagian, perlengkapan, dan alat apa saja yang terdapat pada mesin bubut?
  3. Menggunakan parameter apa sajakah mesin bubut itu?
  4. Keselamatan kerja dalam mesin bubut.

  • Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan karya tulis / makalah ini adalah sebagai salah satu tugas mata kuliah dan untuk mempelajari proses pengerjaan logam melalui pemotongan dan mengetahui prinsip kerja mesin bubut serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

  • Metode Penulisan
Metode penulisan yang digunakan dalam karya ilmiah ini adalah berdasarkan praktikum yang telah dilakukan oleh penulis serta berdasarkan materi yang diperoleh penulis dari dosen pengajar. Sumber dari data kepustakaan diperoleh dari buku-buku ajar dari Politeknik Negeri Bali dan internet yang berhubungan dengan mesin bubut.






BAB II

PEMBAHASAN


  • Mesin Bubut (Turning Machine) Konvensional

Mesin bubut (turning machine) adalah suatu jenis mesin perkakas yang dalam proses kerjanya bergerak memutar benda kerja dan menggunakan mata potong pahat (tools) sebagai alat untuk menyayat benda kerja tersebut. Mesin bubut merupakan salah satu mesin proses produksi yang dipakai untuk membentuk benda kerja yang berbentuk silindris. Pada prosesnya benda kerja terlebih dahulu dipasang pada chuck (pencekam) yang terpasang pada spindel mesin, kemudian spindel dan benda kerja diputar dengan kecepatan sesuai perhitungan. Alat potong (pahat) yang dipakai untuk membentuk benda kerja akan disayatkan pada benda kerja yang berputar. Umumnya pahat bubut dalam keadaan diam, pada perkembangannya ada jenis mesin bubut yang berputar alat potongnya, sedangkan benda kerjanya diam. Dalam kecepatan putar sesuai perhitungan, alat potong akan mudah memotong benda kerja sehingga benda kerja mudah dibentuk sesuai yang diinginkan.
Dikatakan konvensional karena untuk membedakan dengan mesin-mesin yang dikontrol dengan komputer (Computer Numerically Controlled) ataupun kontrol numerik (Numerical Control) dan karena jenis mesin konvensional mutlak diperlukan keterampilan manual dari operatornya. Pada kelompok mesin bubut  konvensional juga terdapat bagian-bagian otomatis dalam pergerakkannya bahkan juga ada yang dilengkapi dengan layanan sistim otomasi baik yang dilayani dengan sistim hidraulik, pneumatik ataupun elektrik. Ukuran mesinnyapun tidak semata-mata kecil karena tidak sedikit mesin bubut konvensional yang dipergunakan untuk mengerjakan pekerjaan besar seperti yang dipergunakan pada industri perkapalan dalam membuat atau merawat poros baling-baling kapal yang diameternya mencapai 1000 mm.





2.2.            Fungsi Utama Mesin Bubut Konvensional

Fungsi utama mesin bubut konvensional adalah untuk membuat/ memproduksi benda-benda berpenampang silindris, misalnya poros lurus, poros bertingkat (step shaft), poros tirus (cone shaft), poros beralur (groove shaft), poros berulir (screw thread) dan berbagai bentuk bidang permukaan silindris lainnya misalnya anak buah catur (raja, ratu, pion dll)


2.3.            Bagian Utama Mesin Bubut


Mesin bubut secara keseluruhan didukung oleh beberapa komponen yang saling terkait untuk membentuk suatu mekanisme yang diperlukan pada saat pengoperasiannya. Adapun komponen-komponen utama dari mesin bubut (Turning Machnie) adalah sebagai berikut :
  1. Poros Penggerak Utama (Spindel)
Bagian yang berputar (terpasang pada headstock) untuk memutar chuck
(pencekam benda kerja)
  1. Kepala Tetap (Headstock)
Bagian dimana transmisi penggerak berada. Komponen (pencekam benda kerja) dihubungkan dengan spindle poros transmisi pada bagian headstock ini. Headstock tersusun dari bagian workholder spindle, gear transmisi, parameter tingkat kecepatan spindle dan tuas pengatur.
  1. Kepala Lepas (Tailstock).
Bagian yang berfungsi mengatur center/titik tengah yang dapat diatur untuk proses bubut pararel maupun taper. Bagian ini juga berfungsi menunjukkan posisi relatif antara benda kerja dan cutting tool.
  1. Dudukan Pahat (Tool Post).
Bagian dimana cutting tool dicekam kuat bersama dengan toolholder-nya. Tool post ini terpasang pada carriage (meja penghantar).

  1. Pembawa/Eretan (Carriage).
Bagian ini berfungsi menghantarkan cutting tool bergerak sepanjang meja bubut saat operasi pembubutan berlaangsung. Carriage/sadel ini terdiri tiga bagian yaitu meja/sadel, apron, cross slider (meja luncur gerakan menyilang). Apron berfungsi berfungsi mengatur setiap pemakanan dari cutting tool terhadap benda kerja yang dibubut.
  1. Bed
Meja dimana headstock, tailstock dan bagian lainnya terpasang di atas meja ini.





Gambar . Mesin Bubut Jenis Horisontal Turret dan Bagian-Bagiannya










2.4.            Klasifikasi Mesin Bubut

Pengelompokan mesin bubut ini berdasarkan pada model konstruksinya, yaitu:
  • Speed Lathe.
Digunakan untuk pengerjaan kayu, pengerjaan spinning logam dan polishing.
  • Engine Lathe.
Mesin bubut dengan kecepatan spindle yang dapat dihubungkan dengan pulley luar untuk menghasilkan tingkat kecepatan yang bervariasi.
  • Bench Lathe.
Mesin bubut ukuran meja, untuk pengerjaan ringan.
  • Toolroom Lathe.
Digunakan untuk pengerjaan presisi terutama untuk membuat tool, dies dan komponen presisi lainnya.
  • Turret Lathe.
Mesin bubut dengan multitoolpost (disebut turret), dimana beberapa mata potong terletak pada satu toolpost (turret).
  • Automatic
Pengendalian parameter pembubutan secara otomatis seperti penyetelan kecepatan spindle, kedalaman pemotongan, indexing dan panjang langkah pemakanan diatur melalui selector yang secara permanen telah disetting untuk setiap operasi.






2.5.            Faktor   Untuk   Menentukan   Spesifikasi,   Performa   Operasional Mesin Bubut

  • Maksimum diameter benda kerja yang mampu dicekam pada workholder (chuck), semakin besar diameter pada pencekam semakin besar diameter pada pencekam semakin besar diameter poros benda kerja yang dapat dibubut.
  • Maksimum panjang benda kerja yang dapat dicekam (jarak headstock spindle dan tailstock spindle).
  • Maksimum panjang meja/bed (panjang lintasan carriage/toolpost), semakin panjang ukuran meja semakin panjang benda kerja yang bisa dibubut.
  • Range kecepatan spindle (jumlah tingkat kecepatan transmisi roda gigi pada headstock), semakin bervariasi jangkauan kecepatan spindle semakin lengkap pengaturan kecepatan potong benda kerja yang
  • Daya motor penggerak (penggerak transmisi spindle), semakin besar daya motor semakin besar torsi yang dihasilkan untuk memutar benda


Gambar dibawah menunjukkan maksimum jarak antara pusat chuck dan pusat tailstock (C) , maksimum diameter yang dapat dicekam mampu dikerjakan (S), dan panjang meja (L).
Gambar. Spesifikasi Dimensi Mesin Bubut













  • Jenis mata pahat (Cutting Tools) Dan Operasi Pemotongan

  • Pembubutan lurus menghasilkan bentuk lurus, konikal, kurva dan
  • Pahat parting/pemotong; untuk menghasilkan pemotongan benda kerja sesuai bagian yang terpotong.
  • Pembubutan taper/tirus/oblique; menghasilkan pembubutan tirus dengan sudut kemiringan
  • Pembubutan profil; untuk menghasilkan berbagai macam bentuk sesuai fungsinya.
  • Pembubutan facing/perata permukaan; untuk menghasilkan pembubutan permukaan datar dari ujung benda
  • Boring dan Drilling; untuk menghasilkan pembuatan lubang dan memperbesar lubang yang sudah
  • Pembubutan ulir dan knurling; untuk menghasilkan ulir dalam dan ulir luar, juga menghasilkan guratan (knurling) pada permukaan benda kerja silinder seperti pada pembuatan




Left-hand turning tool B. Right-hand turning tool C. Right-hand facing tool.
  1. Left-hand facing tool E. Round nose turning tool F. Cutoff tool
  2. Boring tool H. Inside-threading tool I. Outside-threading tool
Gambar. Jenis-jenis pahat potong (Cutting Tool)


Gambar . Jenis-jenis pengerjaan pembubutan











2.7.            Dasar Operasi dan Parameter Pemotongan


Dasar operasi pemotongan dari berbagai pengerjaan pembubutan diilustrasikan sebagai berikut.


Gambar. Operasi Pemotongan Pada Mesin Bubut

Gambar di atas menunjukkan posisi mata potong dan benda kerja yang dibubut dari diameter awal (D1) menghasilkan diameter akhir (D2) dengan pemakanan (feed) sebesar f, kedalaman pemakanan sebesar d dan kecepatan putaran spindle sebesar N. Keterangan :
  1. Feed rate (laju pemakanan) (f) = didefinisikan sebagai jarak gerakan mata potong saat memotong benda kerja sepanjang bidang potong setiap kali putaran spindle. Satuan mm/putaran.
  2. Depth of cut (kedalaman pemotongan) (d) = kedalaman mata potong menembus benda kerja sekali pemotongan sehingga menentukan volume geram yang terpotong. Kedalaman pemotongan tergantung dari beberapa faktor, yaitu
    • Kondisi dari mesin
    • Tipe dan bentuk dari alat potong yang dipakai
    • Rigidity (kekakuan) dari benda kerja, mesin dan alat
    • Feed rate

  1. Cutting Speeds/CS (Kecepatan Pemotongan)
CS didefinisikan sebagai jarak yang dilewati oleh alat potong pada benda kerja yang melingkar. Sebuah contoh; sesuatu logam memiliki CS 90 mt/min, ini berarti kecepatan spindle mesin bubut di-set up sehingga jarak sebesar 90 meter bisa dilewati oleh alat potong tersebut selama 1 menit.
Rumus :
Metode tepat/teliti :




N (rpm) =

CS (m/min) x 1000

π  x D(mm)

Metode pendekatan:




N (rpm) =


CS = m/min D = mm

CS (m/min) x 320

D(mm)


  1. Speed (kecepatan putar) (N) = besar putaran spindle dimanan benda kerja diletakkan mengalami proses pemotongan, satuan
  2. Metal Removal Rate (M.R.R) = volume logam dari benda kerja yang dipotong, satuan mm/menit.
Tabel Cutting Speed dan Feed Rate beberapa Logam


Material
Cutting Speed Feed of Rate
Rough Cut (m/min) Finish Cut (m/min) Rough Cut (m/min) Finish Cut (m/min)
Machine steel 27 30 0.25 – 0.50 0.07 – 0.25
Tool steel 21 27 0.25 – 0.50 0.07 – 0.25
Cast iron 18 24 0.40 – 0.65 0.13 – 0.30
Bronze 27 30 0.40 – 0.65 0.07 – 0.25
Aluminium 61 93 0.40 – 0.75 0.13– 0.25



2.8.            Jenis Perkakas Bantu


  1. Mandrel
Alat Bantu pencekam yang ditempatkan pada benda kerja secara concentric (tepat pada center/titik tengah), misalnya pejal ataupun berlubang dengan lubang yang dibuat untuk menghasilkan pembubutan pada sisi ujung permukaan benda kerja tersebut. Digunakan pada pembubutan pulley, flanges, roda gigi dll.


Gambar. Jenis-jenis mandrel
Selain chuck standard, terdapat perkakas Bantu yaitu chuck kombinasi, dimana penjepit independent dan self centered dikombinasikan untuk proses benda kerja yang tidak simetris, masing-masing penjepit dapat diatur sendiri- sendiri melalui sekrup pengatur.


Gambar. Chuck

  1. Collet
Modifikasi dari penjepit standard, digunakan untuk memegang kuat benda kerja yang dihubungkan langsung dengan spindle, dimana luasan jepitan terhadap benda kerja lebih tinggi sehingga distribusi tekanan lebih merata untuk mengurangi resiko kerusakan benda kerja yang diproses khusus digunakan untuk benda kerja berdimensi relatif kecil dan pembubutan presisi.



Gambar. Jenis-jenis collet

  1. Pembawa
Plat pembawa ini berbentuk bulat pipih digunakan untuk memutar pembawa sehingga benda kerja yang terpasang padanya akan ikut berputar dengan poros mesin, permukaannya ada yang beralur dan ada yang berlubang.
  1. Penyangga

  • Keselamatan Kerja Pada Mesin Bubut (Lathe Safety)
Operator yang baik akan memperhatikan persyaratan keamanan kerja pada workshop dan selalu mengikuti perkembangan peraturan-peraturan tentang keselamatan kerja. Kesalahan mengerjakan sesuatu akan mengakibatkan kecelakaan yang berakibat serius, mengakibatkan waktu dan uang terbuang, dan menghambat proses produksi pada perusahaan .
Untuk meminimalkan peluang terjadinya kecelakaan kerja ketika mengoperasikan mesin bubut, tindakan pencegahan adalah sebagai berikut :
  1. Selalu memakai kaca mata
  2. Menggulung lengan baju panjang, membuka dasi, memasukkan baju yang lepas.
  3. Jangan memakai cincin atau jam
  4. Jangan mengoperasikan mesin bubut sampai anda memahami betul kontrol- kontrolnya.
    • Tidak mengetahui apa yang akan terjadi jika switch atau tuas kondisi on akan berakibat berbahaya.
    • Pastikan anda mengetahui mematikan mesin bubut secara cepat jika terjadi sesuatu tang tidak
  5. Jangan mengoperasikan mesin jika safety guard tidak terpasang dengan
    • Safety guard dipasang oleh pabrik untuk melindungi roda gigi yang berputar, sabuk dan
    • Bagian pakaian yang terlepas akan tersangkut keperalatan yang berputar jika safety guard tidak terpasang dengan
  6. Jangan menggunakan kain lap untuk membersihkan benda kerja atau mesin ketika mesin dalam keadaan
  7. Jangan sekali-kali menghentikan chuck atau drive plate dengan
  8. Pastikan chuck atau faceplate terpasang dengan baik dan kuat sebelum menghidupkan mesin.
    • Jika mesin dihidupkan dengan asesories spindle yang longgar, putarannya akan mengakibatkan asesories tersebut akan lepas dan terlempar dari mesin.
    • Asesories yang berat dengan kecepatan yang berasal dari putaran spindle, akan berubah seperti peluru yang sangat
  9. Selalu elepaskan kunci chuck sebelum menghidupkan
    • Kunci chuck akan terlepas dan
    • Kunci chuck tidak terlepas dan menahan putaran
  10. Gerakkan carriage keposisi sepanjang pemotongan dan putar spindle dengan tangan sebelum menghidupkan mesin.
    • Untuk memastikan semua bisa bergerak tanpa
    • Untuk memastikan tidak akan terjadi kecelakaan dan kerusakan pada mesin bubut.
  11. Jaga lantai sekitar mesin bersih dari grease, oli, tools dan benda
  12. Jangan bercanda, terutama saat mengoperasikan
  13. Selalu membersihkan potongan logam dengan sikat, jangan sekali-kali dengan tangan atau kain








BAB III

PENUTUP


3.1. Kesimpulan

 

            Setelah melakukan praktikum dan berdasarkan materi yang telah penulis dapat dari dosen maupun buku ajar, penulis mendapat beberapa kesimpulan yaitu :
  • Mesin bubut adalah salah satu mesin dari bidang permesinan yang paling sering digunakan dalam proses produksi karena memang mesin ini diciptkan untuk keperluan produksi atau manufaktur.
  • Beberapa bagian mesin bubut mempunyai fungsi tersendiri yang merupakan fungsi yang penting agar mesin bubut beroperasi dengan baik.
  • Alat dan perlengkapan mesin bubut sangatlah banyak serta bermacam – macam yang mempunyai kengunaan dan fungsi masing – masing yang mendukung dalam pembuatan berbagai macam kontur / bentuk dalam proses produksi.
  • Makalah ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan informasi bagi pembaca walaupun makalah ini masih dibilang jauh dari sempurna.

3.2. Saran

 

            Saran penulis menyarankan beberapa hal terkait pada makalah ini yaitu :
  • Untuk kedepannya mesin bubut yang khususnya ada di Politeknik Negeri Bali dapat digunakan dengan lebih maksimal lagi.
  • Penggunaan mesin bubut sebagai mesin produksi untuk dapat dipertahankan dan dikembangkan seturut dengan perkembangan jaman.
  • Penulis juga mengharapkan kritik dan saran dalam penulisan makalah dikemudian hari.



DAFTAR PUSTAKA


Waisnawa, I Gede Nyoman Suta. 2015. Teknologi Mekanik. Badung : Politeknik Negeri Bali.
Wibolo, Achmad. 2015. Jobsheet Mesin Bubut. Badung : Politeknik Negeri Bali.


Artikel Terkait

Previous
Next Post »